Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kisah Sedih ODGJ di Teber Matim: Ditinggal Pergi Sang Istri dan Dua Buah Hatinya
NTT NEWS

Kisah Sedih ODGJ di Teber Matim: Ditinggal Pergi Sang Istri dan Dua Buah Hatinya

By Redaksi6 Juli 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kristoforus Papur penderita ODGJ asal kampung Lanur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sudah setahun Kristoforus Papur hidup dalam keadaan terpasung. Hari-harinya ia menghabiskan waktu di sebuah kamar yang ada di rumahnya.

Ranjangnya beralaskan papan. Dindingnya pun demikian. Tubuhnya dibaluti kain yang kotor dan kusam. Ia tidak pernah mandi maupun dimandikan. Kakinya diapiti dua buah kayu balok besar.

Kristoforus tinggal di Kampung Lanur, Desa Compang Teber, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores-NTT.

Yosep Jehadut (65) sang ayah menuturkan sejak tahun 2013 puteranya itu mulai menunjukkan gelagat yang aneh.

“Dia mulai demam dan menyendiri,” katanya saat ditemui VoxNtt.com di kediamannya belum lama ini.

Yosep dan keluarga tidak tinggal diam. Mereka langsung membawa sang buah hati ke rumah sakit untuk diperiksa. Menurut dokter Kristoforus mengalami gangguan saraf.

“Mungkin karena dia pernah jatuh dari mobil dua kali,” ucap sang ayah.

Yosep mengisahkan konon Kristoforus merantau di Labuan Bajo. Ia bekerja sebagai sopir alat berat milik PT Floresco dan PT Menara.

“Di Floresco dia 5 tahun dengan Menara juga 5 tahun,” katanya.

Tahun 2018 kondisi Kristoforus kian parah. Ia mulai marah-marah. Ia membanting dan memecahkan perkakas dapur di rumahnya. Bahkan pria kelahiran 1985 itu sangat ditakuti warga kampung.

Anehnya saat ingin tidur ia hanya mau didampingi sang ayah. Hal itu membuat Yosep bingung. Namun perasaan takut selalu menghantuinya.

Tak ada pilihan lain, tahun 2019 ia pun secara terpaksa memasung putranya itu.

Ditinggal Pergi Sang Istri dan Anak

Kristoforus memiliki seorang istri dan dua orang buah hati. Bahtera rumah tangga yang sempat dibangun pun berakhir tragis. Sang istri dan buah hati pergi meninggalkannya.

Kata Yosep, istri Kristoforus bekerja sebagai seorang guru. Ia pernah mengajar di salah satu sekolah di desa itu selama dua tahun lamanya.

Namun, kondisi sang suami yang tak kunjung sembuh membuatnya memilih pergi ke tempat lain.

“Kami tidak tahu mereka ke mana karena sampai sekarang belum juga kembali,” tukasnya.

Yosep mengaku selama putranya hidup tak berdaya, ia tak pernah mendapat sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Ia pun berharap agar putranya itu bisa diperhatikan oleh para pemangku kebijakan di kabupaten itu.

Koordinator Kelompok Kasih Insanis (KKI) Kabupaten Manggarai Timur Markus Makur mengatakan, hingga saat ini jumlah penderita ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang dipasung di kabupaten itu berjumlah 50 orang.

Ia berucap jumlah penderita ini yang didata oleh KKI Matim dan tersebar di beberapa kecamatan seperti Kota Komba, Borong, Rana Mese, Lamba Leda, Sambi Rampas, Poco Ranaka dan Elar.

“Mungkin kalau kita data dengan ODGJ yang tidak dipasung mungkin di seluruh kecamatan jumlahnya lebih dari 100 orang,” ujar pria yang juga bekerja sebagai wartawan Kompas.com dan The Jakartapost itu.

Selama ini jelas Markus, KKI Matim melakukan kunjungan dan memberikan obat kepada para penderita ODGJ.

“Ada yang sudah sembuh. Kita berharap semoga ada sentuhan dari pemerintah untuk saudara-saudara kita ini,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

KKI Manggarai Timur Matim
Previous ArticleKisah Nyata Diplomasi dengan Pencuri, Dompet Saya Akhirnya Dikembalikan
Next Article Kejati Kembali Tangkap Dua Tersangka Kasus Kredit Macet Bank NTT Cabang Surabaya

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.