Bernadus Nuel (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Wakil Ketua I DPRD Manggarai Timur (Matim), Bernadus Nuel dikabarkan dipanggil secara mendadak dari ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Kupang.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Hanura, Rikar Runggat kepada wartawan di kantor DPRD Matim, Senin (6/7/2020) siang.

Fraksi Hanura jelas anggota DPRD dua periode itu, sudah mengambil sikap meminta Bernadus Nuel untuk mengklarifikasi terkait rekaman yang saat ini tengah viral di media sosial.

“Dan klarifikasi itu sebenarnya dilakukan hari ini tepatnya pukul 8.30 Wita. Intinya kami meminta beliau pa Bernadus Nuel untuk klarifikasi. Sehingga kami tidak hanya mendengar satu pihak dari pemberitaan media tetapi kami mau dengar langsung dari yang bersangkutan,” jelasnya.

Dikatakannya saat rapat internal itu hendak dimulai Bernadus tidak sempat hadir lantaran dipanggil secara mendadak oleh ketua DPD Provinsi NTT partai Hanura di Kupang.

“Sehingga kami per telepon saja untuk minta dia klarifikasi. Menjelaskan secara detail kronologisnya. Akhirnya per telepon beliau sampaikan ke kami. Sehingga kami di fraksi tidak memvonis seperti tataran pada lembaga-lembaga hukum yang lain,” urainya.

“Urusan hukum itu urusan lain. Kemudian urusan sanksi administratif dan sanksi lain-lain itu urusan partai,” tambah anggota DPRD Daerah Pemilihan Borong-Rana Mese itu.

Ia mengatakan apabila kemudian secara kelembagaan BK (badan kehormatan) DPRD memanggil Bernadus dan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku maka hal tersebut merupakan kewenangan BK.

Sedangkan di fraksi kata Runggat, ketika sudah mendengar pernyataan Bernadus dan mengakui bahwa ada asap tentu ada api, maka pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya ke partai.

“Baik di tingkat DPC, DPD dengan DPP. Sehingga kami menyerahkan sepenuhnya ke sana. Hanya saran kami tidak mengulangi lagi hal yang serupa di kemudian hari,” ujarnya.

Saran itu jelas dia lantaran fraksi tidak berada dalam satu kesimpulan bahwa yang dilakukan Bernadus itu benar ataupun salah.

Terkait sejumlah kalimat yang bernada kasar Runggat berucap hal itu merupakan kawenangan BK. Fraksi kata dia, bukan alat kelengkapan DPRD tetapi perpanjangan tangan partai yang ada di lembaga tersebut.

Konsolidasi Internal

Sebelumnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) berencana akan melakukan konsolidasi internal bersama anggota DPRD Fraksi Hanura.

Konsolidasi ini dilakukan menyusul adanya polemik salah satu kader partainya yang saat ini tengah hangat dibincangkan publik.

“Kita konsolidasi partai dulu sambil melakukan pembenahan internal. Ini terkait eksistensi partai ke depan sekaligus membahas tentang polemik salah satu kader kita Pak Bernadus Nuel,” ujar ketua DPC Hanura Matim, Frumensius Fredrik Anam saat dihubungi VoxNtt.com, Rabu (1/7/2020) sore.

Konsolidasi ini juga jelas mantan anggota DPRD Matim dua periode itu sekaligus bertujuan untuk mencari model penyelesaian konflik sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADRT) partai.

“Pokoknya dalam waktu dekat saya akan panggil Anggota DPRD kita untuk dialog internal. Sebagai ketua partai tentunya saya tidak langsung menyalahkan kader saya tetapi saya harus mendengar klarifikasi dari pa Bernadus,” ujarnya.

“Langkah ini didahului dengan penyikapan fraksi untuk mendapatkan klarifikasi langsung dari Pa Bernadus sekaligus disandingkan dengan pemberitaan media online dan perbincangan di berbagai media sosial. Kita tentu berusaha untuk penyelesaiannya berimbang,” tambahnya.

Politisi asal Lamba Leda itu menjelaskan setiap fakta dalam komunikasi media sosial tentu akan diklarifikasi. Lanjutannya akan ada tahapan berikut yang akan diambil sesuai mekanisme internal partai.

Menurutnya Frumensius hal itu penting dilakukan agar tetap menjaga eksitensi partai sekaligus menjadi catatan bagi kader partai ke depan.

“Saya pikir hal ini sangat penting dilakukan. Kekeliruan setiap kita pasti ada. Maka sebagai ketua pembenahan partai akan kami lakukan secepatnya. Partai juga tidak mau dinilai publik sebagai partai yang tidak responsif terhadap persoalan kadernya,” katanya.

Dijelaskannya Partai Hanura mempunyai cara sendiri untuk mengatasi masalah tersebut. Partai kata dia tetap hati-hati, proporsional dan pendekatannya dengan menggunakan hati nurani. Pendekatan ini biasanya tidak salah dan bisa diterima oleh semua kalangan.

“Bersabar saja, tenang, tidak boleh gegabah, tidak boleh emosi. Harus penuh arif dan bijaksana. Penyikapannya harus dengan kepala dingin,” pintanya.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Ivan K