Tungau jenis Demodex folliculorum (Foto: Ist)
alterntif text

VoxNtt.com-Tanpa kita sadari, ternyata ada makhluk kecil yang hidup di wajah manusia. Hewan ini berkaki delapan dan bentuknya memanjang seperti cacing.

Wajah kita menjadi habitat tersendiri bagi hewan bernama tungau mikroskopis itu. Mereka lahir, berkembang biak dan mati di wajah manusia.

Berikut 4 fakta terkait keberadaan hewan yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang ini.

Minyak wajah manusia menjadi tempat bagi Tungau untuk hidup (Foto: Ist)

Pertama, Hampir Semua Manusia Memilikinya

Hewan ini terdiri 2 jenis yakni Demodex folliculorum dan D. Brevis. Tungau Demodex menetap di pori-pori kulit dan folikel rambut, sedangkan D.brevis lebih nyaman tinggal di tempat yang lebih dalam yakni di kelenjar sebaceous.

Jika dilihat menggunakan mikroskop, mereka terlihat asyik berenang-renang di wajah kita. Kok bisa? Ya, wajah manusia kan berminyak. Jadi mereka memanfaatkan minyak wajah itu sebagai ‘kolam’ untuk berenang. Hewan ini punya kemampuan berenang dengan sangat cepat. Kakinya mirip seperti kepiting dan serangga.

Kedua, Jumlahnya Mencapai Ribuan

Dilansir dari nationalgeographic.grid.id, ilmuwan pertama kali menemukan tungau di Prancis pada 1842.

Fakta berikutnya ditemukan pada tahun 2014 lalu oleh Megan Thoemmes dari North Calorina State University bersama koleganya. Mereka menemukan, sekitar 14% manusia memiliki hewan ini. Jumlahnya pun ternyata tidak sedikit yakni mencapai ribuan.

Ketiga, Berkembang Biak dengan Bertelur

Tungau Demodex berkembang biak dengan cara bertelur. Pori-pori wajah merupakan tempat yang aman bagi mereka untuk mengeramkan telurnya. Namun jumlah telur yang dihasilkan Tungau ternyata tidak banyak. Mereka hanya mampu menelurkan 1 butir sekali waktu tetapi dengan ukuran tiga kali lebih besar dari tubuh mereka.

Keempat, Tidak Berbahaya

Beruntung hewan yang bentuk tubuhnya memanjang seperti cacing ini tidak berbahaya bagi kesehatan dan nyawa manusia. Meski demikian, temuan ini menjadi pengetahuan baru bagi kita bahwa wajah menjadi habitat tersendiri bagi makhluk kecil ini.

Sejauh ini, para ilmuwan masih meneliti lebih jauh terkait keberadaan hewan sejenis arthropoda ini. (VoN)