Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Soal Siswa Judi Domino, Pengamat: Mereka Kehilangan Daya Tarik Belajar
HUKUM DAN KEAMANAN

Soal Siswa Judi Domino, Pengamat: Mereka Kehilangan Daya Tarik Belajar

By Redaksi2 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Alumnus Fisipol UGM, Anthony Tonggo (Foto: Copy Right)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pengamat sosial Anthony Tonggo memberi pendapat terhadap perilaku siswa yang gelar judi domino di salah satu warnet di Kota Ende, NTT.

Menurutnya, aktivitas siswa di luar kontrol orang dewasa tersebut ialah bentuk ketiadaan daya untuk belajar. Artinya, para siswa merasa kehilangan daya tarik untuk belajar.

“Masyarakat kehilangan daya tarik dengan belajar itu bukan fenomena baru. Itu sudah lama, misalnya lihat tandanya anak-anak malas ke sekolah, bolos, tidur di kelas, kalau libur mereka senang, kalau masuk sekolah lagi susah dan lain-lain,” ucap Anthony saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Minggu (02/08/2020) siang.

Baca: Miris, Siswa di Ende Judi Domino Saat Jam Sekolah

Ia menyatakan, para siswa berkeliaran, bermain judi, main game selama musim pandemi corona sedianya hanya kebetulan saja. Artinya, selama ini siswa tidak melakukan hal serupa karena ada tekanan dari pihak sekolah.

Sebaliknya, disaat daya tekan dari sekolah itu hilang, kata dia, justru anak-anak menampakkan watak aslinya. Selama ini mereka belajar karena ada watak pura-pura, karena takut guru dan biar kelihatan sebagai anak baik.

“Itu artinya sistem pendidikan kita masih gagal membangun kesadaran belajar masyarakat. Masih mengandalkan hukuman, bukan kesadaran. Begitu hukuman hilang, hilanglah juga belajarnya,” terang Alumnus Fisipol UGM itu.

Atas permasalahan tersebut, kata Anthony, ialah kesempatan emas buat bangsa ini bahwa motivasi belajar harus dibangun secara serius. Belajar itu kegiatan nomor dua; yang nomor pertama itu membangun kesadaran dahulu.

“Lihat saja orang dewasa pun tidak belajar setelah tidak sekolah, padahal sudah lulus itu bukan berarti sudah pintar. Kita baru kewalahan merasakan itu setelah ada Covid-19 ini. Ternyata kalau sekolah ditutup, anak-anak tidak belajar. Sama juga dengan orangtua mereka, pejabat dan lain-lain, kan setelah tidak sekolah pun juga tidak belajar,” tulis Anthony.

Ia kembali menegaskan, perilaku anak bermain, berjudi dan aktivitas lain diluar proses belajar mengajar akibat ketiadaan motivasi dan kesadaran dari diri anak sendiri.

Menurutnya, tanggung jawab yang paling utama atas persoalan itu ialah orangtua, guru dan masyarakat.

“Saya punya dua anak bertahun-tahun otodidak. Mereka tidak sekolah, tapi belajar sendiri di luar tanpa guru. Tindakan dasar saya bukannya suruh anak-anakku belajar, tapi saya bangunkan motivasi mereka dulu,” katanya.

Selain itu, dalam membangun motivasi belajar juga perlu dikuasai psikolog manusia, termasuk psikologi anak dan pendidikan.

Para psikolog juga mesti diberi peran untuk memberi motivasi kepada anak-anak sejak dini.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleBreaking News: Jadi Joki, Anak di Bawah Umur Terjatuh dari Kuda
Next Article Jangan Ulas Secara Rinci Peristiwa Bunuh Diri

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.