Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»NTT Juara Penderita Stunting, Laka Lena: Wajib Evaluasi Program
HEADLINE

NTT Juara Penderita Stunting, Laka Lena: Wajib Evaluasi Program

By Redaksi11 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Melki Laka Lena (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT-Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Provinsi terbanyak penyumbang penderita stunting di Indonesia.

Menanggapi hal itu, anggota DPR RI Komisi IX, Emanuel Melkhiades Laka Lena, menegaskan, evaluasi pelaksanan program dan pencapaian target yang terukur perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu, kasus stunting butuh kerja sama lintas sektoral dan lintas daerah.

“Sektor kesehatan – PUPR – lingkungan – pendidikan dan ekonomi harus digerakkan bersamaan dari pusat, Provinsi sampai desa/kelurahan,” jelas Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT itu saat dihubungi VoxNtt.com Selasa (11/08) pagi.

Menurutnya, potensi lokal yang beragam untuk meningkatkan gizi ibu hamil menyusui dan anak harus dikembangkan untuk digunakan dalam konsumsi keseharian rakyat di daerah.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data kemenkes, angka prevalensi stunting Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 43 %, artinya dari 100 balita di NTT 43 orang menderita stunting.

Selain NTT, sebelumnya, pada (5/08) Presiden Jokowi Dodo juga meminta Kementerian Kesehatan agar fokus atasi masalah stunting di 10 Provinsi sebagai penyumbang penderita stunting terbesar di Indonesia.

Dikutip dari suara pembaharuan Kamis (06/08) lalu, kesepuluh provinsi itu yakni, Sulawesi Barat sebesar 40,38%, NTB sebesar 37,85%, Gorontalo 34,89%, Aceh sebesar 34,18%, Kalimantan Tengah 32,30%, Kalimantan Selatan sebesar 31,75%, Kalimantan Barat 31,46%, Sulawesi Tenggara sebesar 31,44%, Sulawesi Tengah sebesar 31,26%. Sementara angka prevalensi nasional sebesar 27,67%.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Irvan K

Kabupaten Kupang Melki Laka Lena Stunting
Previous ArticleSeleksi Perangkat Desa di TTS: 117 Desa Bermasalah, Ini Rekomendasi DPRD
Next Article Pius Daru: Mabar Butuh Pemimpin Seperti Andry Garu

Related Posts

Gubernur NTT: Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo Butuh Penanganan Segera

19 Agustus 2026

Penanganan Gempa NTT Diperkuat, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama

18 Agustus 2026

Pemprov NTT Fokus Evakuasi dan Selamatkan Korban Gempa Flores

15 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.