Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jonathan Nubatonis: NTT Miskin Akibat Kualitas Demokrasi yang Buruk
NTT NEWS

Jonathan Nubatonis: NTT Miskin Akibat Kualitas Demokrasi yang Buruk

By Redaksi5 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPW Partai Perindo NTT, Jonathan Nubatonis (tengah) bersama Ketua DPD Perindo Ende Aries Putra Lawa dan Sekretaris DPD Perindo Ende Edy Mbira saat jumpa pers di Sekretariat DPD Perindo Ende (Foto : Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Ketua DPW Partai Perindo NTT, Jonathan Nubatonis mengatakan kualitas demokrasi sangat berhubungan dengan indeks kemiskinan.

Suatu daerah dapat dikatakan maju dan berkembang apabila sistem pemerintahan mampu meretas indeks kemiskinan. Karena itu, pembangunan demokrasi tidak boleh berpusat pada demokrasi politik saja, tetapi juga demokrasi ekonomi.

Mengenai kemiskinan, Jonathan menyebutkan Provinsi NTT masih memprihatinkan dengan skala kemiskinan masih sangat tinggi. Produk Domestik Bruto (PDB) masih menjadi patokan untuk mengukur kemiskinan penduduk.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT yang terakumulasi menyebutkan Provinsi NTT merupakan provinsi yang memiliki persentase penduduk miskin tertinggi, yaitu urutan ketiga setelah Papua dan Papua Barat.

Persentase penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 21,09 persen, meningkat 0,06 persen poin terhadap September 2018 dan menurun 0,26 persen poin pada Maret 2018.

Dengan demikian, kata Jonathan, pemerintah daerah belum maksimal menekan kemiskinan penduduk di NTT.

“Kita memang ingin agar kualitas demokrasi kita berjalan. Kemiskinan itu terjadi karena memang kualitas demokrasi kita masih buruk. Masih banyak money politik yang diterapkan, jual beli suara. Kemudian masih ada intimidasi politik, ancaman terhadap para pemilih. Nah, ini fakta kejahatan politik yang masih ada di NTT,” kata Jonathan dalam jumpa pers saat berkunjung ke DPD Partai Perindo Ende pada Jumat (04/09/2020) sore.

Selain itu, ia menyatakan, kejahatan yang masih terjadi di NTT adalah sistem politik kompromistis yang masih berlaku. Kemiskinan masih merajalela akibat pilar-pilar demokrasi tidak berjalan sesuai.

“Bagaimana kemiskinan teretasi kalau model demokrasi kita masih seperti ini,” kata dia.

Mantan Anggota DPD RI dapil NTT ini, menyebutkan ada dua metode pendekatan untuk memberantas kemiskinan terhadap masyarakat yang hidup di wilayah-wilayah pedalaman yaitu pendekatan ekonomi dan pendekatan kesejahteraan.

Menurut dia, kehidupan masyarakat pelosok mesti diperhatikan secara serius oleh pemerintah. Masyarakat membutuhkan makanan, ekonomi yang mapan, infrastruktur yang memadai.

Suatu daerah yang demokratis, lanjut dia, ialah daerah yang maju secara ekonomi. Jika tidak maka faktor kemiskinan akan berbanding lurus dengan kualitas demokrasi.

“Kita yang ekonomi masih begini, kualitas demokrasi juga rendah. Jadi kami di Partai Perindo sedang mengkonsolidasikan itu, konsolidasi kader untuk menjaga kualitas demokrasi di daerah kita,”katanya.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende Perindo
Previous ArticleHerman Hery: Pilkada Mabar, Pesta Politik yang Luar Biasa
Next Article Deklarasi Paket Hery-Heri, Warga Ikuti Protokol Kesehatan

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.