Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Akan Tiba Saatnya Korupsi Dikalahkan Rakyat yang Berdaulat
HEADLINE

Akan Tiba Saatnya Korupsi Dikalahkan Rakyat yang Berdaulat

By Redaksi10 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benny K Harman bersama Dekan Fisip Universitas Brawijaya Malang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Banyak kelompok antikorupsi yang letih dengan gerakan pemberantasan korupsi di tanah air. Kondisi psikologis gerakannya terganggu dengan UU KPK yang baru.

KPK yang sebelumnya banyak mencetak prestasi dan keberhasilan dalam tanda kutip, ditakuti oleh semua pihak.

Bayangkan, DPR/DPD, menteri, gubernur, walikota, bupati, DPRD, jenderal-jenderal Polisi/TNI, dan lain-lain ditangkap, diadili dan dijebloskan ke penjara.

Namun KPK saat ini biasa-biasa saja. Tidak ditakuti. Korupsi pun kembali menggeliat. Tumbuh subur dimana-mana. Berbagai kekuatan yang sebelumnya menganggap KPK keterlaluan dengan berbagai sepak terjangnya, mulai bersorak-sorak lagi.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Demokrat MPR RI, Dr. Benny K. Harman, SH saat diskusi dengan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, di Kompleks Senayan-Jakarta, Kamis (10/9).

“Mereka merayakan korupsi. KPK seolah-olah lumpuh. Sementara prilaku korupsi semakin canggih,” kata Benny.

Benny sungguh prihatin akan situasi korupsi saat ini. Menurutnya, KPK saja tidak cukup untuk melawan penyakit korupsi ini.

“Saya percaya pada demokrasi, saya percaya pada kekuatan rakyat. Akan tiba saatnya korupsi akan kalah dengan rakyat yang berdaulat. Karena itu, saya mengharapkan gerakan sosial untuk melawan korupsi. Sosial movement untuk membangun masyarakat anti korupsi”, ujar Benny.

Tetapi selain itu, Benny berharap agar gerakan sosial anti korupsi yang ada saat ini terus berjalan tanpa letih, walau rintangan nyata menghadang.

“Gerakan kelompok-kelompok kritis yang dipadu dengan kekuatan moral dan politik di lembaga-lembaga kekuasaan dapat membuat UU KPK yang ada saat ini bisa direvisi kembali. Jangan pernah lelah,” pinta Benny. (VoN).

Benny K Harman KPK MPR RI
Previous ArticleDianggap Meresahkan, Kapolres Manggarai Bakal Tertibkan Akun Palsu
Next Article Besipae dan Kuasa Eksklusi

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.