Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemuda NTT Nilai Deklarasi KAMI Timbulkan Kegaduhan Politik
NTT NEWS

Pemuda NTT Nilai Deklarasi KAMI Timbulkan Kegaduhan Politik

By Redaksi18 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemuda NTT saat aksi tolak deklarasi KAMI, Kamis, 17 September 2020 (Foto: Vox NTT/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Sekolompok anak muda yang menamakan diri Katong Peduli Indonesia mengkritisi deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu

Kritikan Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) itu melalui aksi damai di Taman Nostalgia (Tamnos), Kota Kupang, Kamis (17/09/2020).

Aksi damai itu secara tegas menolak kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Indonesia.

Koordinator aksi Florianus Sambi Dede mengatakan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, sekelompok orang telah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau disingkat KAMI, di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, pada 18 Agustus 2020 lalu.

Menurutnya, kemunculan gerakan sekelompok orang yang menamakan diri KAMI ini menimbulkan kegaduhan politik, yang tentunya memecah belah masyarakat dalam pilihan dan kelompok.

“Hal ini dapat kita lihat fenomena deklarasi Kelompok KAMI, baik pasca Deklarasi KAMI di Jakarta maupun deklarasi KAMI dibeberapa daerah yang memunculkan polemik dan reaksi dari berbagai pihak,” katanya kepada wartawan di sela-sela aksi itu.

Kata dia, di tengah pandemi Covid- 19 yang terus memakan korban ini seharusnya menjadi momentum menyatukan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama agar negara secepatnya kembali pulih.

Ia menegaskan Katong Peduli Indonesia berpandangan bahwa memang benar setiap tindak kritis yang dilakukan oleh pihak manapun demi untuk menyelamatkan keindonesiaan kita, persatuan nasional kita.

Tetapi bagaimana pun juga penyampaian tindak kritik, koreksi atau apapun namanya tidak boleh menambah beban rakyat yang sudah berat seperti saat ini.

Menurut dia, deklarasi KAMI di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini tidak pantas. Mestinya di tengah pandemi seperti ini, segala tenaga dicurahkan bersatu padu untuk melawan pandemi.

“Ingat, karena pandemi, seluruh sektor kehidupan rakyat terutama di sektor ekonomi, rakyat (miskin)lah yang paling menanggung dampaknya,” tegasnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleDPRD NTT Pertanyakan Pengangkatan 16 Guru Komite Baru di SMKN 1 Wae Ri’i
Next Article Hendak Ikut Tes TNI di Kupang, Roy Tewas Kecelakaan

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.