Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Ujian Daring, Siswi SMA Regina Pacis Bajawa Berburu Sinyal di Tengah Hutan
Feature

Ujian Daring, Siswi SMA Regina Pacis Bajawa Berburu Sinyal di Tengah Hutan

By Redaksi23 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Santri (17), siswi SMA Regina Pacis Bajawa berburu sinyal untuk mengerjakan soal ujian di bukit Seravim. Foto: Patrick Romeo Djawa.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT – Rabu (23/09/2020) sore, seorang gadis remaja berjalan kaki menyusuri jalan desa yang melintasi Dusun Manatena. Ditemani seorang saudaranya, ia berangkat menuju bukit berjarak empat kilometer dari rumahnya.

Bukit Seravim namanya. Terletak di tengah hutan yang berjarak cukup jauh dari pemukiman warga Desa Uluwae, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.

Ia menggendong tas ransel berisi buku pelajaran. Tangannya memegang ponsel sambil mencari tempat yang terkoneksi jaringan internet.

Setelah mendapatkan sinyal yang cukup, ia duduk beralaskan sandal. Perlahan-lahan, ia mengeluarkan buku tulis dari ransel yang kemudian dijadikannya sebagai alas buku untuk menulis.

Gadis 17 tahun bernama Maria Fransiska Santriana Ma’a itu merupakan siswi kelas III SMA Katolik Regina Pacis Bajawa. Santri, begitu ia biasa disapa, tengah mengerjakan soal ujian pertengahan smester (mid smester) mata pelajaran Bahasa Inggris.

Karena itulah, dia terlihat bingung dan uring-uringan karena menganggap pelajaran Bahasa Inggris sebagai salah satu pelajaran yang tergolong sulit.

Apalagi mengerjakan ujian dengan menggunakan aplikasi “Ujian Recis” yang tak berfungsi dengan baik ketika tiba-tiba ponselnya ada panggilan masuk atau kehilangan sinyal.

“Kalau ada panggilan masuk atau tiba-tiba sinyal hilang, semua jawaban soal ujian akan terhapus dengan sendirinya dan harus dikerjakan dari awal lagi,” tutur Santri.

Ia menuturkan, selama masa pandemi Covid-19, mereka terpaksa belajar dan mengerjakan soal-soal ujian secara daring (dalam jaringan) dari rumah.

Sayangnya, Santri tinggal di desa yang tak terjangkau jaringan internet. Ia harus mendaki bukit Seravim yang terletak di tengah hutan agar dapat mengakses jaringan internet.

Santri tidak sendirian memburu sinyal di bukit ini. Siswa lainnya dari kampung tetangga seperti kampung Ngusu, Dena Desa, Rewu Poko, Malawaru, dan Kampung Ngulu Kedha mengandalkan bukit Seravim untuk bisa belajar atau ujian secara daring.

Di balik lelahnya memburu sinyal, Santri menaruh asa pada pemerintah. Ia berharap pemerintah bisa menghadirkan jaringan internet di setiap kampung sehingga para pelajar yang tinggal di pedalaman seperti di kampungnya dapat menikmati internet untuk sekolah.

“Itu saja. Kalau bisa pemerintah bangun tower kasih kami, supaya kami jangan terlalu susah begini,” katanya.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Yohanes

Ngada SMAK Regina Pacis Bajawa
Previous ArticleKPU Malaka Resmi Tetapkan Dua Paslon Pilkada 2020
Next Article Dua Ekor Anjing Asal Surabaya Ditahan dan Dikarantina di Ende, Ternyata Begini Penjelasannya

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.