Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Edi-Weng Janji Atasi Masalah Stunting di Manggarai Barat
Pilkada

Edi-Weng Janji Atasi Masalah Stunting di Manggarai Barat

By Redaksi6 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat nomor urut 3 Edistasius Endi-Yulianus Weng (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) nomor urut 3, Edistasius Endi dan Yulianus Weng (Edi-Weng) berjanji akan mengatasi masalah stunting di kabupaten itu.

Calon Wakil Bupati Yulianus Weng menyebut, jika terpilih pada Pilkada 09 Desember 2020, ada sejumlah cara yang dilakukan Edi-Weng dalam mencegah masalah stunting di Mabar.

dr. Weng sapaan Yulianus mengatakan, pencegahan stunting untuk seorang anak paling optimal pada masa yang disebut golden period yakni 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Masa itu kata dia, dihitung sejak bayi berada dalam dan luar kandungan ibunya sampai usia 2 tahun (270 hari dalam kandungan tambah 730 hari di luar kandungan).

dr. Weng menyebut, ada sejumlah prinsip intervensi penanganan stunting yang akan dilakukan oleh Edi-Weng.

Pertama, intervensi spesifik yang sifatnya jangka pendek dan dilaksanakan oleh kesehatan, serta memberikan kontribusi sebesar 30 persen.

“Contohnya, kita berikan makanan bergizi bagi ibu hamil. Yang berikut pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil dan pemberian obat cacing untuk balita,” ungkap dr. Weng kepada VoxNtt.com, Selasa (06/10/2020).

Poin kedua lanjut dr. Weng, intevensi sensitif yang dilaksanakan oleh sektor di luar kesehatan. Itu akan memberikan kontribusi sebesar 70 persen.

“Contohnya, penyediaan air minum bersih oleh Dinas PUPR. Penyediaan sanitasi (jamban keluarga). Peningkatan ketahanan pangan masyarakat oleh dinas-dinas yaitu Pertanian, Peternakan, dan Perikanan,” tutup dr. Weng.

Sementara itu, data yang dihimpun VoxNtt.com dari Dinas Kesehatan Mabar, presentasi angka stunting pada tahun 2019 berjumlah 18 persen.

Pada tahun 2020, angka stunting menurun 1 persen menjadi 17 persen.

Penyebaran stunting di Mabar menyebar di 12 kecamatan. Angka stunting terbanyak berada di Kecamatan Sano Nggoang dan Komodo.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Edi Endi Mabar Manggarai Barat Yulianus Weng
Previous ArticlePartai Hanura TTS Bakal Lantik Badan Pengurus di Rumah Baru Nenek Ruth
Next Article Dionisius Ulan Diusulkan Ganti Posisi Amandus Nahas di DPRD TTU

Related Posts

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.