Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Penyerang Rujab Kapolres Nagekeo Dilimpahkan ke Kejaksaan, Satu di Antaranya Masih Jalani Perawatan Covid-19
HUKUM DAN KEAMANAN

Penyerang Rujab Kapolres Nagekeo Dilimpahkan ke Kejaksaan, Satu di Antaranya Masih Jalani Perawatan Covid-19

By Redaksi20 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bus sekolah pengangkut 12 tersangka penyerangan Rujab Kapolres Nagekeo parkir di halaman kantor Kejari Ngada. (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Nagekeo menyerahkan 12 dari 13 tersangka penyerangan rumah jabatan Kapolres Nagekeo kepada Kejaksaan Negeri Ngada, Kamis (18/02/2021).

Satu tersangka lainnya belum diserahkan karena masih menjalani perawatan karena terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan antigen di Puskesmas Danga, Kabupaten Nagekeo.

Penyerahan tersangka dilakukan bersamaan dengan pelimpahan berkas tahap dua kasus tersebut. Kasat Reskrim Polres Nagekeo Iptu Mahdi Dejan Ibrahim mengatakan seluruh berkas para tersangka telah dinyatakan lengkap sehingga telah layak dilimpahkan untuk selanjutnya disidangkan.

“Dengan pelimpahan ini, para tersangka sudah menjadi tanggung jawab pihak Kejaksaan, bukan kita lagi,” kata Dejan.

Dengan tangan diborgol, mereka diangkut menggunakan bus sekolah menuju kantor Kejari Ngada di Bajawa.

Pantauan VoxNtt.com, 12 tersangka tiba di kantor Kejaksaan Negeri Ngada sekitar pukul 14:00 WITA. Para tersangka terpantau dalam kondisi sehat. Bahkan mereka sempat bergurau dengan wartawan.

Namun setiba di Bajawa, mereka tidak segera ditahan. Kasi Pidum Kejari Ngada Iman Suryaman mengatakan para tersangka harus menjalani pemeriksaan antigen di Puskesmas Kota Bajawa untuk mendeteksi Covid-19.

Selanjutnya, mereka akan ditahan di Rumah Tahanan Kelas II B Bajawa sambil menunggu jadwal persidangan dari Pengadilan Negeri Ngada. Mengingat masih merebaknya penyebaran Covid-19, proses persidangan akan dilakukan secara virtual.

Menurut Imam, masing-masing tersangka akan dijerat dengan pasal penganiyaan dan perusakan sesuai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 170 ayat 1 subsider pasal 351 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 KUHP dan pasal 406 ayat 1 KUHP junto 55 ayat 1 KUHP.

“Untuk ancamannya maksimal untuk (KUHP pasal) 170, ancamannya lima tahun. Kemudian untuk (KUHP pasal) 351, ancamannya dua tahun delapan bulan. Untuk (KUHP pasal) 406 sendiri ancamannya dua tahun enam bulan penjara,” katanya.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Yohanes

Nagekeo
Previous ArticleBupati Nagekeo dalam Pusaran Dugaan Korupsi BPBD
Next Article Pekerjaan CV Oase Rusak, DPRD Gusar

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.