Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Adakah yang Berubah dari Pancasila Sehingga Selalu Disosialisikan? Begini Jawaban BKH
KESEHATAN

Adakah yang Berubah dari Pancasila Sehingga Selalu Disosialisikan? Begini Jawaban BKH

By Redaksi29 Maret 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNtt.com-Kurangnya fasilitas kesehatan belum teratasi di Manggarai Barat. Mirisnya, masalah seperti ini justru terjadi pada kabupaten yang sudah ditetapkan sebagai kabupaten pariwisata super premium.

Persoalan ini menjadi salah satu sorotan Benny K. Harman saat kegiatan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di Desa Golo Ketok, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat pada Selasa, 23 Maret 2021.

Menurut  wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) ini, keberhasilan menerapkan Pancasila sebagai salah satu pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak diukur dari kemampuan menghafal Pancasila oleh masyarakat melainkan dari kemampuan memecahkan persoalan terutama di bidang kesehatan.

“Ada yang bertanya kepada saya, Pak Benny, apakah ada yang berubah dari Pancasila sehingga selalu disosialisikan? Saya bilang tak ada yang berubah dari Pancasila. Dari dulu hingga sekarang sama saja. Tapi persoalan sosial terutama masalah kesehatan selalu muncul. Ini artinya pancasila yang bapak dan Ibu hafal itu belum diwujudkan dengan baik,” jelasnya.

Selanjutnya, anggota dewan yang akrab disapa BKH ini menjelaskan, untuk mengukur kegagalan pelaksanaan Pancasila di bidang kesehatan dapat dilihat pada minimnya fasilitas kesehatan.

“Persoalan kurangnya fasilitas kesehatan yang terjadi pada Puskesmas dan Puskesdes di Manggarai Barat menjadi bukti bahwa Pancasila belum dilaksanakan semestinya. Fasilitas yang kurang membuat masyarakat tidak sehat. Sederhananya begitu. Ini persoalan lama tapi tak kunjung selesai. Kita berharap Bupati terpilih mampu selesaikan masalah ini,” tutur Benny.

Kepala Puskesdes Golo Ketok, Karolus Harto, mengaku senang dengan kegiatan sosialisasi itu. Ia berharap dengan kegiatan sosialisasi ini, pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah kekurangan fasilitas  kesehatan di Puskesdes desa Golo Ketok.

“Saya senang Pak Benny buat kegiatan di sini. Kami berharap masalah fasilitas kesehatan yang belum memadai bisa terselesaikan. Saya tentu senang juga karena Pak Paskalis Yosep Sudario, anggota dewan dari dapil ini dapat melihat secara langsung persoalan ini,” katanya.

Pernyataan kepala Puskesdes itu disambut tepuk tangan para peserta yang hadir. Terkait keluhan kepala Puskesdes ini, BKH meminta pemerintah daerah bisa menyelesaikan persolan ini dengan cepat.

“Yang Bapak kepala Puskesdes sampaikan itu, sesungguhnya wewenang Bupati bukan tugas anggota dewan seperti saya dan anggota DPRD yang hadir di sini. Meski begitu, usulan Bapak tetap kami sampaikan dengan pemerintah daerah sebagai  bentuk pelaksanaan tugas wakil rakyat, ” jelas BKH.

Saat kegiatan sosialisasi, ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Rikardus Jani dan Paskalis Yosep Sudario pun hadir. Sementara peserta kegiatan terdiri dari masyarakat, pemuda, dan tenaga medis.

Kegiatan berlangsung dalam ruangan Puskesdes Desa Golo Ketok dengan diikuti puluhan peserta.  Mereka tampak mengikuti kegiatan dengan saksama. Semua peserta wajib mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Setelah kegiatan selesai, para peserta foto bersama dengan BKH.

Penulis: Willy K

Benny K Harman DPR Dapil NTT DPR RI
Previous ArticleTak Lama Setelah Mahfud MD Sentil Soal Terorisme, Ledakan Terjadi di Makassar, Pigai: Apakah Menteri Sudah Baca Ancaman Itu?
Next Article Kisah Francis Ngannou, Juara Kelas Berat UFC yang Memulai Kariernya dari Buruh Kasar dan Tukang Ojek

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Anggota DPR Minta Pemerintah Evaluasi Batas 30 Persen Belanja Pegawai dalam APBD

2 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.