Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Diary Jurnalis»Badai Siklon Tropis Seroja Menguji Watak Manusia
Diary Jurnalis

Badai Siklon Tropis Seroja Menguji Watak Manusia

By Redaksi6 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Air masih tergenang di badan jalan dalam Pasar Oeba, Kecamatan Kota Lama Kota Kupang, Selasa (06/04/2021) pagi.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Sebagian besar area Pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang masih digenangi air sebatas betis orang dewasa, Selasa (06/04/2021) pagi.

Separuh tempat jualan warga belum terpasang usai badai siklon tropis Seroja menghantam Provinsi NTT Minggu (04/04) hingga Senin (05/04) dini hari kemarin. Pembeli masih kesulitan belanja kebutuhan pokok seperti sayuran.

Sebagian air, meluap menutupi badan jalan dari dalam saluran got. Air merembes dan menggenangi jalan. Apalagi, sebagian jalan di pasar yang biasanya ramai itu belum diaspal.

Tidak hanya pasar, sejumlah mesin ATM di berbagai tempat belum bisa dipakai karena masalah jaringan.

Antrean panjang di berbagai SPBU hingga kondisi listrik yang hingga Selasa (06/04) masih belum bisa dinyalakan oleh pihak PLN karena masih banyak kabel listrik yang ditimbun pohon-pohon yang tumbang akibat hujan dan badai.

Air meluap ke badan jalan akibat sampah dan pohon tumbang di Jalan Nangka, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Selasa (06/04/2021) pagi

Rumah-rumah warga, perkantoran hingga gedung-gedung pusat perbelanjaan terlihat sebagian atap bolong karena sengnya tertiup badai.

Tidak luput Kantor Gubernur NTT juga, bagian atap terlihat bolong karena diterpa badai.

Pelajaran

Badai tropis Seroja, pertama kali terjadi di NTT. Sebelumnya badai ini menjadi makanan tahunan bagi warga di Australia.

Kondisi paling parah di NTT, sebetulnya terjadi di Kabupaten Lembata, Flores Timur, Malaka dan Sumba Timur.

Beberapa jembatan putus, rumah tergenang, bahkan puluhan korban jiwa manusia melayang.

Di Kupang, banjir bandang tidak terlalu terasa karena kondisi fisik alam dataran tinggi. Banjir terjadi di daerah pesisir pantai, seperti Oesapa, Oeba, Kelapa Lima, Pasir Panjang dan Lasiana.

Banjir yang terjadi di wilayah padat penduduk di dataran tinggi Kota Kupang, terjadi karena air meluap dari selokan.

Irigasi air melalui selokan ditutupi sampah. Sebab itu, air keluar ke badan jalan dan rumah penduduk.

Badai Siklon Tropis Seroja, seyogyanya memberi pelajaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Sampah- sampah yang menutupi saluran got membuat air macet dan keluar ke badan jalan. Tertib mengelola tempat pembuangan sampah harus dimulai dari masyarakat.

Menyiapkan tempat khusus pembuangan sampah untuk selanjutnya oleh pemerintah melalui dinas kebersihan lingkungan, sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Catatan Jurnalis VoxNtt.com Ronis Natom

Bencana NTT Kabupaten Kupang
Previous ArticleSetelah Badai Siklon Tropis Seroja, PLN NTT Pulihkan 159 Gardu Listrik
Next Article Banjir Bandang di Malaka, Lima Orang Meninggal Dunia

Related Posts

Profil Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang

24 Februari 2026

Polsek Amarasi Timur Rencanakan Olahraga Bersama Warga Secara Rutin

6 Februari 2026

Polsek Amarasi Timur Bersama Warga Bersihkan Kali Tuha Pascahujan

30 Januari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.