Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Proyek Rehabilitasi Sekolah Senilai Rp30 Miliar di Kabupaten Kupang Bermasalah, Kejati NTT: “Tidak Ada Pengawasan Kejaksaan”
HUKUM DAN KEAMANAN

Proyek Rehabilitasi Sekolah Senilai Rp30 Miliar di Kabupaten Kupang Bermasalah, Kejati NTT: “Tidak Ada Pengawasan Kejaksaan”

By Redaksi30 April 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Papan informasi poyek rehabilitasi sekolah di Kabupaten Kupang (Foto: Bengkel APPeK)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com — Proyek rehabilitasi 17 gedung sekolah di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan nilai anggaran mencapai Rp30 miliar, dilaporkan bermasalah.

Proyek ini merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan disebutkan mendapat pendampingan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT berdasarkan surat nomor PRINT-15/N.3/Gph.1/05/2022.

Namun, kehadiran Kejati NTT sebagai pendamping tidak serta merta menjamin proyek berjalan sesuai harapan.

Temuan LSM Bengkel APPeK Kupang mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh PT Debitindo Jaya.

Koordinator Pemantauan Bengkel APPeK, Primus Nahak mengungkapkan, dari 17 sekolah yang direhabilitasi, enam di antaranya telah dipantau langsung dan ditemukan sejumlah permasalahan.

“Kami temukan kerusakan plafon dan item pekerjaan yang belum diselesaikan,” ujarnya.

Tidak hanya di Kabupaten Kupang, Anggota DPRD NTT dari Fraksi Demokrat, Winston Rondo juga menyatakan, proyek serupa di Kota Kupang menunjukkan indikasi kerusakan.

Ia mencontohkan kondisi di SMA Negeri 5 Kota Kupang.

“Minggu lalu saya kegiatan  di SMA 5 Kota Kupang dan melihat langsung. Di SMAN 5 Kota Kupang saja, ada 21 ruangan yang direhap pasca seroja oleh bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, yang plafonnya runtuh. Pakai gipsum dia runtuhnya terkena rembesan hujan,” kata Winston.

Sementara itu, pihak Kejati NTT yang dikonfirmasi VoxNtt.com pada Selasa, 30 April 2025, mengaku tidak melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejati NTT, Raka Putra Dharmana, menyatakan, “Tidak ada pengawasan kejaksaan.”

Namun saat diinformasikan adanya surat pendampingan resmi dan keterangan dalam papan proyek, Raka mengatakan akan memeriksa hal tersebut ke bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), karena pendampingan proyek merupakan tugas dari bidang tersebut.

Rekomendasi

Bengkel APPeK Kupang kemudian menyampaikan empat rekomendasi terkait proyek bermasalah ini: Pertama, PT Debitindo Jaya, selaku kontraktor pelaksana, diminta untuk menyelesaikan seluruh item pekerjaan yang belum rampung dan memperbaiki bagian yang rusak di semua sekolah penerima manfaat.

Kedua, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT bersama Pemerintah Kabupaten Kupang diminta segera memanggil PT Debitindo Jaya dan memberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ketiga, Aparat penegak hukum seperti Polres Kupang, Kejari Kupang, dan Kejati NTT didesak untuk memproses hukum pihak pelaksana atas dugaan pelanggaran dalam proyek ini.

Keempat, Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten di seluruh NTT diimbau tidak lagi melibatkan PT Debitindo Jaya dalam proyek pengadaan barang dan jasa, mengingat kualitas pengerjaan yang rendah dan dampaknya terhadap kenyamanan dan keamanan proses belajar-mengajar.

Penulis: Ronis Natom

Bengkel Appek Kabupaten Kupang Kejati NTT
Previous ArticlePolres Manggarai Tetapkan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur
Next Article Depidar SOKSI NTT Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus Baru

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Mantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

22 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi RSU Undana Kupang Naik ke Tahap Penyidikan

18 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.