Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Di India Ada 117 Kematian Per Jam Akibat Covid-19
INTERNASIONAL

Di India Ada 117 Kematian Per Jam Akibat Covid-19

By Redaksi29 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT- Wabah Covid-19 kian ganas di Negara India. Associated Press dalam Tribunnews melaporkan jumlah kasus infeksi Covid-19 melonjak di negara Asia Selatan itu. Laju pertumbuhannya menjadi yang tercepat di dunia.

Pada Minggu, 25 April 2021 negara itu mencatat lebih dari 350.000 kasus Covid-19 baru. Angka tersebut memecahkan rekor dunia untuk kasus Covid-19 harian.

News Week masih dalam Tribunnews pada Senin, 26 April 2021 melaporkan, kekurangan oksigen dan melonjaknya tingkat Covid-19 melanda rumah sakit di India, dengan lebih dari 117 orang di negara itu meninggal setiap jam.

Sementara jumlah total infeksi mencapai lebih dari 17,3 juta.

Para dokter yang putus asa meminta tabung oksigen untuk pasien mereka yang sekarat di media sosial.

“Saya merasa tidak berdaya karena pasien saya bertahan hidup dari jam ke jam,” kata Dr Gautam Singh kepada Associated Press.

“Saya akan memohon lagi dan berharap seseorang mengirimkan oksigen yang akan membuat pasien saya tetap hidup,” imbuhnya.

India, yang awalnya dipandang sebagai panutan bagi negara-negara berkembang dalam menahan virus, runtuh di bawah pengaruh wabah terbaru.

Unit perawatan intensif memiliki kapasitas penuh dan rumah sakit telah memaksimalkan ventilator mereka.
Sementara krematorium negara yang kewalahan membakar mayat di udara terbuka.

“Tsunami” Covid-19 India ini terjadi hanya beberapa bulan setelah pernyataan Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan negaranya telah mengatasi virus di Forum Ekonomi Dunia.

Sumber: Tribunnews
Editor: Ardy Abba

internasional Virus Corona
Previous ArticlePersatuan TKI Asal NTT Bantu 31,5 Juta untuk Korban Bencana
Next Article Dana Bantuan Bencana Seroja NTT Terkumpul 4 Miliar Lebih Belum Disalurkan

Related Posts

Dukung Sentra Vaksin Serviam, Hipmi Mabar: Labuan Bajo Menuju Kebangkitan Ekonomi

8 Juli 2022

“Wisata Vaksin” di Labuan Bajo, 6000 Dosis akan Menyasar Seluruh Elemen Masyarakat

7 Juli 2022

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.