Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kasus Keracunan di Matim, Satu Orang Meninggal
KESEHATAN

Kasus Keracunan di Matim, Satu Orang Meninggal

By Redaksi4 Mei 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Beberapa warga yang sedang dirawat akibat keracunan (Foto: Prokompimda Matim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Ratusan warga di Dusun Pau, Kelurahan Nggalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur keracunan pada Sabtu, 1 Mei 2021 lalu.

Kasus keracunan yang diduga bersumber dari makanan ini telah merenggut nyawa Adrianus Rasi (13). Dia berasal dari Wukir, Kecematan Elar Selatan.

Kabag Prokopimda Manggarai Timur Jefrin Haryanto dalam rilisnya, Selasa (04/05/2021), mengatakan, sebelumnya arlmarhum Adrianus sempat mengikuti kegiatan misa kenduri di Dusun Pau dan terdata sebagai salah satu korban keracunan.

“Kemudian tim puskesmas segera melakukan evakuasi dari rumah ke puskesmas tetapi ditolak oleh pasien dan selanjutnya terapi obat oleh nakes (tenaga kesehatan,” jelas Jefrin.

Pada Minggu pagi, 2 Mei 2021, kata Jefrin, pasien memaksa pulang ke Wukir tanpa sepegetahuan petugas puskesmas.

Selanjutnya, pada Senin, 3 Mei 2021 pukul 09.00 Wita, pasien dibawa ke Puskesmas Wukir.

Ia dibawa dalam keadaan dehidrasi berat. Saat itu juga tim Puskesmas Wukir memaksa pasien untuk dirujuk ke RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada.

Sayangnya menurut Jefrin, keluarga tetap menolak. Bahkan sempat terjadi perdebatan selama 1,5 jam dan akhirnya pukul 11.00 Wita pasien dirujuk ke RSUD Bajawa.

Sesampai di RSUD Bajawa, pasien langsung dirawat di ruang ICU. Sayangnya, nasib nahas menghampirinya. Ia pun dinyatakan meninggal pada Selasa , 4 Mei 2021, di RSUD Bajawa.

Dikabarkan sebelumnya, ratusan warga di Dusun Pau, Kelurahan Nggalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur keracunan, Sabtu (01/05/2021). Mereka diduga keracunan bersumber dari makanan.

Kabag Prokopimda Manggarai Timur Jefrin Haryanto dalam rilisnya mengatakan, ada 114 orang yang keracunan diduga bersumber makanan tersebut.

BACA JUGA: Ratusan Warga Lamba Leda Selatan Keracunan, Diduga Bersumber dari Makanan

Dari jumlah itu, ada 20 orang dirawat di Puskesmas Mano, 38 orang dirawat di Klinik Wejang Asi – Mano, dan 2 orang dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, serta 54 orang mendapat pengobatan langsung di lokasi.

“Gejala yang dialami antara lain pusing, muntah-muntah dan diare,” jelas Jefrin.

Ia mengungkapkan, kejadian bermula pada Jumat, 30 April 2021 dilaksanakan acara kenduri (salah satu bagian dari rangkaian acara kematian) dari salah satu Warga di Dusun Pau, Kelurahan Nggalak Leleng.

Pada pukul 17.00 Wita diadakan misa dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Kemudian, pada Sabtu, 01 Mei 2021 sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, warga mulai mengalami gejala diare dan muntah-muntah.

Sebagian penderita kemudian dirawat di rumah masing-masing. Sedangkan, sebagian yang lain mengalami gejala serius dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Mano dan Klinik Wejang Asi – Mano, serta RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

Jefrin mengatakan, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab karacunan tersebut, sebab masih diperlukan pengujian laboratorium atas sampel makanan.

“Saat ini semua pasien sudah ditangani kegiatan pemeriksaan telah selesai dilakukan dan pengambilan sampel makanan sebagai bahan terkontaminan serta direncanakan akan dikirim ke POM Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Jefrin.

Ia menyebut kejadian keracunan tersebut ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan.

“Saat ini, Bupati sedang berada di Kecamatan Lamba Leda Selatan untuk menemui para korban yang sedang dirawat di Puskesmas Mano dan Klinik Wejang Asih Mano,” katanya, Minggu (02/05/2021).

Data terkini ia laporkan bahwa ada 127 orang korban keracunan yang terjadi di Dusun Pau, Kelurahan Nggalak Leleng sudah ditangani secara medis. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

 

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleBusana Adat Warnai Upacara Hardiknas di SDI Bealaing
Next Article ‍‍Yayasan Steyler Mission Salurkan Bantuan 30 Unit Panel Solar di Matim

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.