Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Rayakan HUT ke 18, PGSD UNIKA Santu Paulus Ruteng Selenggarakan Lomba Debat
MAHASISWA

Rayakan HUT ke 18, PGSD UNIKA Santu Paulus Ruteng Selenggarakan Lomba Debat

By Redaksi29 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lomba debat mahasiswa di lingkup Prodi Unika Ruteng di Aula Rosmalen, Jumat (28/05/2021).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Program studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), FKIP Unika Santu Paulus Ruteng memasuki usia 18 tahun. Ulang tahun kali ini disambut dengan menggelar lomba debat mahasiswa di lingkup Prodi tersebut di Aula Rosmalen, Jumat (28/05/2021).

Lomba yang berakhir pada Sabtu (28/05/2021) itu diikuti 36 peserta atau 12 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga orang. Mereka diutus mewakili kelas dari masing-masing tingkat, dari tingkat satu sampai tingkat tiga.

Ketua Panitia, Vitalis Tarsan menuturkan, lomba debat ini bukan semata-mata untuk mengunjuk kemampuan mahasiswa. Lebih dari itu, panitia membuka ruang untuk pengembangan diri mahasiswa agar memiliki berbagai kemampuan.

“Ada pun tujuan prima dari penyelenggaraan lomba debat ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar, kemampuan berpikir kritis, cekat dan tepat, kemampuan berargumentasi, dan tentunya tingkat kepercayaan diri,” tutur Vitalis.

Sementara Ketua Prodi PGSD Mikael Nardi mengatakan bahwa salah satu tujuan lomba debat ini diselenggarakan adalah untuk menciptakan output yang berkompeten.

“Kalian berada pada era kompetisi yang ketat. Olehnya itu kegiatan-kegiatan ini bukan untuk saling menjatuhkan lawan tetapi untuk menghasilkan manusia yang mampu berkompetisi dalam pengembangan diri,” kata Mikael.

Ia menambahkan, generasi saat ini hidup pada era disrupsi dalam hal pembelajaran. Untuk menghadapi era ini, dituntut untuk memiliki empat keterampilan, yakni terampil berkomunikasi, berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi. Ia berharap, peserta lomba bisa bersaing dan kelak menjadi lulusan terbaik dari lembaga itu.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Yohanes

Kabupaten Manggarai UNIKA Santu Paulus Ruteng
Previous ArticleAkankah Abadi?: Antologi Puisi Yohanes Mau
Next Article Warga Bamo Matim Temukan Bayi Tanpa Identitas

Related Posts

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Mobil Avanza Tabrak Rumah di Cibal, Empat Warga Luka-Luka

30 Mei 2026

Petani Desa Meler Sukses Budidayakan Bawang Merah di Daerah Dingin

29 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.