Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Giliran PRIMA NTT Kecam Penjualan Isu Agama yang Dilakukan Ketua DPC PDIP Kota Kupang
HEADLINE

Giliran PRIMA NTT Kecam Penjualan Isu Agama yang Dilakukan Ketua DPC PDIP Kota Kupang

By Redaksi2 Juni 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Rakyat Adil Makmur Kabupaten Sikka (DPK PRIMA SIKKA), Laurensius Ritan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Sebuah rekaman suara milik Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, ramai beredar di group WhatsApp, pada Sabtu (29/5/2021).

Rekaman itu diduga kuat adalah reaksi Yeskiel,  Ketua DPC PDIP Kota Kupang, terhadap Aliansi Sikap Warga Kota (SIKAT) yang berdemonstrasi di Kantor DPRD Kota Kupang, pada Kamis (27/5/2021).

Jika dugaan kepemilikan suara itu benar, Partai Rakyat Adil Makmur, (PRIMA), memandang bahwa pernyataan itu harus dinilai sebagai cerminan penjualan politik identitas yang tidak patut dan berbahaya bagi persatuan dan demokrasi.

Menurut PRIMA, hanya pendisiplinan organisasi secara proporsionallah yang mampu mencegah kesalahan serupa terjadi kembali di waktu mendatang.

Dalam rekaman yang berdurasi 1:05 menit yang diduga milik Ketua DPRD Kota Kupang, Yeheskiel Loudoe, secara terbuka menuding demonstran yang tergabung dalam Aliansi Sikap Warga Kota (SIKAT) yang berdemonstrasi di Kantor Kantor DPRD Kota Kupang, pada Kamis (27/5/2021). Ia menuding demonstran tersebut berasal dari Flores, mayoritas di antaranya adalah orang Manggarai dan beragama Katholik.

“Jadi ini semua dari Flores ya. Lebih banyak orang Manggarai, agama pun Katholik,” tutur suara dalam rekaman itu.

Pria diduga Yeskiel tersebut mengaku, mosi para pendemo bertujuan untuk menjatuhkannya sebagai Ketua DPRD Kota Kupang, yang berasal dari Rote Ndao dan beragama Kristen Protestan.

“Jadi memberikan mosi kepada Yeskiel Loudoe, agama kristen protestan…tapi saya perlu sampaikan bahwa ini yang betanggung jawab dalam demo ini, seluruhnya, hampir keseluruhan orang Flores dan agama katolik. Untuk menjatuhkan ketua DPR Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, asal Rote, agama Kristen Protestan” tutur suara dalam rekaman itu.

Menanggapi pernyataan ini, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Rakyat Adil Makmur Kabupaten Sikka (DPK PRIMA SIKKA), Laurensius Ritan, berpandangan bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam ikatan toleransi jauh sebelum kemerdekaan.

Mereka begotong royong merebut kemerdekaan dan membangun Indonesia tanpa mempersoalkan perbedaan suku, etnis dan agama. Justru yang merusaknya tatanan persatuan ini adalah elit kekuasaan yang menggunakan isu-isu identitas agama dan etnis.

“Rakyat Indonesia hidup bertolerasi sejak dahulu kala, jauh sebelum kemerdekaan. Mereka bergotong royong tanpa mempersoalkan keyakinan mereka akan Tuhan karena mereka semua percaya bahwa keyakinan itu urusan pribadi setiap individu kepada Tuhannya. Tapi, soal kehidupan sosial dan negara adalah kewajiban mereka untuk menjaganya lewat gotong-royong. Justru, yang merusak tatanan kehidupan negara ini adalah politisi pemecah-belah, membuat lemah bangsa seperti sekarang ini dengan isu-isu konflik identitas,” jelas Lorens.

Lorens mempertanyakan, jika benar suara dalam rekaman itu mengacu pada Ketua DPRD Kota Kupang, yang juga adalah politis PDIP, mengapa partai berhaluan nasionalis itu menggunakan narasi memecah belah untuk berlindung dari kritik publik.

“Mengapa partai nasionalis kok memecah belah sebagai defence terhadap kritik publik,” tanyanya dengan nada keluh.

“Tidak patut bagi siapapun, apalagi elit penguasa, pengemban jabatan publik selevel Ketua DPRD Kota Kupang, menggunakan politik identitas yang tidak patut dan bebahaya bagi persatuan dan demokrasi,” lanjut Lorens.

Menurut Ketua DPK PRIMA Sikka ini, “sebagai partai politik yang berasas Pancasila dan UUD RI 1945, PRIMA memiliki platfrom nasionalis, religius dan kerakyatan, sudah sepatutnya kami menetang berbagai bentuk praktik politik yang mengangkangi nilai-nilai luhur bangsa ini. Karena itu, menjadi tanggung jawab semua parpol untuk mencegah politik pecah belah,” ungkapnya.

Ia kemudian mendesak PDIP untuk menyelidiki dan jika terbukti benar, maka harus diberikan disiplin yang tegas sebab politik pecah belah sama tercelannya dengan korupsi Bansos.

“Sebagai sesama parpol yang seharusnya mencegah politik pecah belah, PRIMA mendesak PDIP menyelidiki dan jika benar, partai perlu memecat yang bersangkutan dari keanggotaan parpol. Narasi pecah belah seperti ini sama tercelannya dengan korupsi Bansos,” demikian tegas ungkap Lorens, menyikapi rekaman kontroversial ini. (VoN).

Ketua DPRD Kota Kupang PRIMA PRIMA NTT Yeskiel Loudoe
Previous ArticleSikap Wabup Stef Jaghur Disebut Plin-Plan Atas Lokasi Tanah Bandara di Tanjung Bendera
Next Article Pilkada Matim 2024, PDIP Matim Masih Menjagokan Marselis Sarimin

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.