Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Jenazah Bupati Lembata Dipulangkan Pakai Alasan Diskresi, Pemprov Wajib Sosialisasi Permenkes Terbaru
KESEHATAN

Jenazah Bupati Lembata Dipulangkan Pakai Alasan Diskresi, Pemprov Wajib Sosialisasi Permenkes Terbaru

By Redaksi20 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proses pengantaran jenazah bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur dari RS Siloam menuju bandara El Tari Kupang, Minggu (18/7). ANTARA/Ho.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Perlakuan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas jenazah Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur berbeda dengan pasien Covid-19 lainnya.

Pasalnya, setelah dinyatakan meninggal di rumah sakit di Kota Kupang akibat Covid-19, jenazah Bupati Eliazer malah langsung diterbangkan ke Lembata pada Minggu, 18 Juli 2021.

Sementara pasien lainnya tidak dibolehkan untuk dikuburkan di kampung halaman masing-masing. Jenazah mereka wajib dikuburkan di Fatukoa, Kupang (kuburan untuk jenazah pasien Covid-19).

Oktavianus Eo, Ahli Hukum Perdata Pensiunan Kampus Undana Kupang pun mengkritisi alasan yang dipakai Pemprov NTT terkait pemulangan jenazah Bupati Eliazer ke Lembata.

“Kalau Pemprov bilang diskresi, kita mau bilang apa lagi? Diskresi itu kan kebijakan melawan aturan,” ujar Oktavianus, Senin (19/07/2021) siang.

Menurutnya, sudah ada surat edaran baru Permenkes. Bahwa orang mati karena Covid-19 tidak harus di tempat pemakaman umum (TPU).

“Boleh di kuburan keluarga asal taat prokes. Ada poin juga paling lama itu 20 jam,” jelas Oktavianus.

Mengenai aturan tersebut, Oktavianus menyarankan agar Pemprov NTT melakukan dua hal.

Pertama, harus ada sosialisasi. Kedua, harus buat pemahaman yang benar, sehingga tidak hanya dibilang diskresi.

“Supaya jangan ada pemahaman bahwa Pemprov terkesan tebang pilih bagi rakyat,” imbuhnya.

Oktavianus menambahkan, fenomena orang rebutan jenazah merupakan akibat dari alasan diskresi itu.

BACA JUGA: Warga Kecewa dengan Gubernur NTT Soal Perlakuan terhadap Jenazah Covid-19

Sebab orang akan menganggap tidak adil dan menyimpulkan bahwa hanya jenazah pejabat yang bisa dibawa pulang, sedangkan rakyat jelata tidak.

“Nah, itu kan bahaya,” katanya.

Diketahui, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melalui juru bicara Satgas Covid-19, Marius Ardu Jelamu, mengatakan keputusan untuk memakamkan jenazah Bupati Eliaser di Lembata telah dikoordinasikan sebelumnya.

Itu terutama antara Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Lembata dan pihak Rumah Sakit Siloam Kupang.

“Keberangkatan jenazah dari Kupang ke Lembata pun telah dipertimbangkan dari berbagai aspek. Ini kewenangan diskresi dari Pemrpov NTT,” sebut Marius dilansir dari SelatanIndonesia.com.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Bupati Lembata Kabupaten Kupang Lembata Virus Corona
Previous ArticleAlasan Diskresi Pemprov NTT untuk Jenazah Bupati Lembata Dinilai Tebang Pilih
Next Article Pilkada Matim 2024 di Tengah Kegelisahan Demokrasi

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.