Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Matim Fokus Kembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat
Regional NTT

Pemkab Matim Fokus Kembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat

By Redaksi25 Agustus 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Matim, Albertus Rangkak
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur fokus membangun pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism.

“Kita sekarang ini membangun pariwisata di Manggarai Timur berorientasi kepada community based tourism, pariwisata berbasis masyarakat,” kata Kepala Dinas Pariwisata Matim, Albertus Rangkak, kepada VoxNtt.com, Selasa (24/08/2021).

Menurut dia, pariwisata berbasis masyarakat sangat bermanfaat. Masyarakat dituntut untuk menjadi pelaku utama pariwisata. Mereka tidak lantas mengikuti saja apa yang disampaikan pemerintah.

BACA JUGA: Pembangunan Destinasi Wisata Cepi Watu Telan Anggaran 3 Miliar Lebih

“Sekarang masyarakat diberi kesempatan,” imbuh Kadis Albertus.

Albertus mengatakan, pembangunan harus sesuai dengan potensi seperti alam, budaya, dan aktivitas masyarakat setempat.

“Kalau tidak memiliki daya tarik wisata, tidak usah dipaksakan dia jadi desa wisata,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Matim sudah menetapkan 5 desa wisata. Kelimanya, yakni Desa Colol, Desa Golo Meni, Desa Compang Ndejing, Desa Bamo, dan Desa Nanga Mbaur.

“Kalau 5 desa ini sudah berkembang, desa-desa lain yang memiliki potensi wisata itu bisa datang ke sana untuk semacam diskusi atau tukar pikiran, kira-kira mereka maju seperti begini karena apa,” jelas Kadis Albertus.

Selain itu, menurut Albertus, pemerintah daerah hanya sebagai fasilitator dan memberikan pelatihan sadar wisata.

Dikatakan, pariwisata di Desa Compang Ndejing, Desa Colol dan Desa Golo Loni bukan inisiatif pemerintah daerah, tetapi inisiatif masyarakat setempat.

“Itu bukan inisiatif oleh pemerintah, inisiatif oleh masyarakat lokal bersama pemerintah desa,” ungkap Albertus.

Meski begitu, lanjut dia, untuk perkembangan desa wisata tersebut perlu keterlibatan pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, Non Government Oraginization (NGO), dan media massa.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

 

Dinas Pariwisata Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleTaliban Makin Keras! Warga Afghanistan Dilarang Tinggalkan Negara
Next Article 6 BUMDes Dapat Bantuan Mobil, Bupati TTU: Salahgunakan Ditarik Kembali

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.