Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Cinta di Tepi Pantai: Antologi Puisi Dionisius Dembo
Sastra

Cinta di Tepi Pantai: Antologi Puisi Dionisius Dembo

By Redaksi13 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Cinta di Tepi Pantai

Sewaktu hujan merintik dan bertabur di cinta yang kelam

Kian kita bersenda gurau bersama ombak putih

Perasaan menjadi layu dan berpura-pura malu

Sementara itu kita saling menatap di laut yang luas

Buram hati terus memaksa untuk mengungkapkan

Perlahan kita mulai sebuah perbincangan awal

Kisah cinta bermain di dalam percikan ombak rayuan

Menanti pelukan itu dan kita berpaling dari kebisuan

Mungkinkah kita tidur dalam angan kemesraan

Telah sejam yang lalu sajak cinta berlabuh di lubuk hati

Genggaman memberikan kehangatan yang semakin dalam

Cinta di tepi pantai pun menggelora bersama kebisuan senja

                   

Latung Tunu

Misteri Senja

Kelam bertanya tentang dinamika rindu

Bujukan silam berpapasan dengan secangkir kopi manis

Telah habis puanku di makan oleh rindu yang usang

Tepi pantai pun menantikan kehangatan sang senja itu

Kemarilah sayangku kita makan malam bersama

Senja tak lagi berteman dengan cinta kita

Mungkinkah misteri senja telah tenggelam dalam angan

Lalu rahasia cinta menangis di pundak kerinduan

Perlahan paradigma itu memeluk cintanya

Kemesraan menatap di balik kebisuan malam

Di seberang sana ada seribu aksara yang sedang merengek

Meminta cinta untuk berpaling membawa sekuntum mawar

 Latung Tunu

Di Taman Kota

Di kala keremangan berjumpa di ujung malam 

Sendiri menyepi berselimut bibir manis

Pelukan pertama memberi hasrat kepada malam

Entah mengapa ada kehangatan di balik tembok tua

Bisikan cinta menggelora bersama kemesraan di taman kota

Begitukah permainanmu di persimpangan rindu

Berawal pula kisah kelam pada cinta yang hakiki

Terjalin tatapan yang menggema di dalam angan

Di balik kisah yang manis kita pun sedang bercumbu

Rindu pun demikian menangis di sudut itu

Bahasa tubuh bermain kata tak lagi berhenti

Lalu binar mata memberikan kedipan yang seksi di malam itu

Latung Tunu

               

Dionisius Dembo
Previous ArticleMenanti Waktu
Next Article Catatan Pinggir

Related Posts

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026
Terkini

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.