Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Cerita Sekolah di Matim, Ubah Sampah Menjadi Bahan Bermanfaat
Pendidikan NTT

Cerita Sekolah di Matim, Ubah Sampah Menjadi Bahan Bermanfaat

By Redaksi26 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para siswa mengolah sampah kertas menjadi karya seni
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang terletak di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), membagikan cerita unik terkait pengolahan sampah-sampah bekas.

Guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan MAN Pota Yohanes Soubirius De Santo mengaku, sekolahnya telah menyulap sampah-sampah menjadi barang-barang bermanfaat.

Yohanes berkisah, kegiatan tersebut berangkat dari realitas pengelolaan sampah yang hanya dibakar saja. Kondisi tersebut tentu saja berkontribusi negatif terhadap keberlangsungan lingkungan.

“Berawal dari isu tentang lingkungan, keresahan akan penghasilan sampah masih yang utama, salah satu penghasil sampah yang tertinggi adalah sampah kertas. Di lingkungan masyarakat, tahapan akhir dalam pengolahan sampah kertas, seringkali hanya dibakar saja, begitu juga dengan sampah jenis lainnya, seperti plastik, kaca, logam, dan jenis-jenis sampah lainnya. Namun, tanpa disadari kegiatan pembakaran sampah ini akan melepaskan karbondioksida (CO2) yang justru akan semakin memperparah pemanasan global,” jelas Yohanes, Kamis (25/11/2021).

Kondisi demikian mendorong Yohanes untuk menyulap sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Pada kesempatan di mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, berusaha untuk merespon permasalahan sampah dengan mengolah sampah kertas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat daripada hanya menjadi bahan bakaran saja,” jelasnya.

Yohanes mengatakan, selain untuk penyelamatan lingkungan, pengelolaan sampah tersebut juga berguna untuk mengasah kepekaan siswa akan lingkungan sekitarnya, serta sebagai pemantik inisiatif siswa agar bisa mengolah sampah-sampah jenis lainnya.

Proses Pengolahan

Proses pengolahan sampah menurut Yohanes, dimulai dari mengumpulkan bahan utama berupa kertas dari tempat-tempat pembuangan sampah di sekitar sekolah. Kemudian kertas tersebut dilebur dengan air, hingga menjadi bubur kertas.

“Setelah itu siswa membuat desain untuk proses pengolahan kertas selanjutnya, di mana desain yang dibuat tercipta dari bentuk-bentuk flora yang ada di sekitar sekolah, namun di sini untuk melatih kreativitas siswa, guru menerapkan  teknik stilasi (memperkaya objek) dalam desain yang mereka buat,” jelasnya.

Pada tahapan berikutnya, setelah pemilihan dan pengeringan bubur kertas, maka bubur kertas yang sudah kering dibentuk dan dirangkai sesuai dengan ragam bentuk dari desain yang mereka buat sebelumnya.

Lalu, pada tahapan akhir yakni memberi sentuhan warna, guna untuk memperkaya kesan estetik dari produk kerajinan yang dibuat.

“Setelah berbagai proses tersebut, diharapkan dari produk yang mereka hasilkan ini, selain untuk memberikan solusi bagi permasalahan lingkungan sekitar, juga bisa menjadi peluang usaha, khususnya usaha dalam sektor kerajinan, baik kerajinan yang bertujuan sebagai fungsi pakai ataupun fungsi hias yang memliki nilai jual, sehingga dapat turut serta menunjang perekonomian keluarga, maupun perekonomian masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleGugat Wartawan Rp18 Miliar, Upaya GM Obor Mas Kandas di Mahkamah Agung
Next Article Warga Ngada Nyaris Diseruduk Kendaraan Rombongan Pejabat

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.