Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kasus Meningkat, Pemkab Mabar Gerakan Kegiatan “Sepekan Lawan DBD”
KESEHATAN

Kasus Meningkat, Pemkab Mabar Gerakan Kegiatan “Sepekan Lawan DBD”

By Redaksi26 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tampak sigap dalam merespons meningkatnya kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di wilayah itu.

“Kami barusan selesai rapat dengan berbagai stakeholder termasuk para kepala sekolah di Labuan Bajo dan sekitarnya untuk melakukan kegiatan ‘Sepekan Lawan DBD’,” ujar Wakil Bupati Mabar, dr. Yulianus Weng, saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (26/11/2021) sore.

Menurut Wabup Weng, kegiatan “Sepekan Lawan DBD” dimulai tanggal 29 November hingga 3 Desember 2021. Dalam rapat, beberapa stakeholder termasuk bhabinkamtibmas dan Babinsa sepakat untuk memerangi DBD dalam sepekan.

“Dalam sepekan itu, kami per dua hari bersihkan mulai dari halaman rumah sampai ke tempat umum,” kata mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai itu.

Selama ini juga, kata dia, Pemkab Mabar melakukan fogging secara bertahap pada beberapa tempat di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Fogging sendiri merupakan sebuah teknik pengasapan yang dilakukan menggunakan bahan insektisida dalam upaya membunuh nyamuk dewasa penyebab DBD.

Data yang dihimpun VoxNtt.com, DBD Kabupaten Manggarai Barat sejak Januari sampai dengan 24 November 2021 sebanyak 360 kasus.

Kemudian, total suspek DBD sejak Januari sampai dengan 24 November 2021 sebanyak 12 kasus.

Kemudian menurut Wabup Weng, pasien DBD yang sedang dirawat hingga Jumat (26/11), sebanyak 21 orang. Rinciannya, di RSUD Komodo ada 11 orang, Puskesmas Labuan Bajo ada 6 orang, dan Rumah Sakit Siloam ada 4 orang.

“Sampai sejauh ini kondisi pasien masih stabil, dan kita berharap segera pulih dan bisa pulang ke rumah masing-masing,” harap Wabup Weng.

Kemudian ditinjau dari grafik data perkembangan kasus DBD yang bersumber dari Suveilans Dinkes Mabar pada bulan November terjadi peningkatan yang signifikan, yakni sebanyak 210 kasus.

Sebelumnya pada bulan Oktober ada 78 kasus, September 14, Agustus 7, Juli 4, Juni 7, Mei 11, April 11, Maret 9, Februari 2, dan Januari 7.

Penulis: Ardy Abba

DBD DBD Mabar Kabupaten Manggarai Mabar Yulianus Weng
Previous ArticleSembilan Makanan Olahan Bahan Dasar Ikan di Mabar Ikut Lomba
Next Article Bawaslu dan Komisi ASN Gelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pelanggaran Netralitas ASN 

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.