Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Perang Dunia III di Depan Mata, Posisi Indonesia Terancam?
INTERNASIONAL

Perang Dunia III di Depan Mata, Posisi Indonesia Terancam?

By Redaksi31 Januari 20224 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peta Indonesia (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT-Ketegangan sejumlah negara terjadi di awal 2022 ini. Terbaru adalah konflik antara Rusia dan Ukraina, yang melibatkan Amerika Serikat dan NATO.

Rusia diyakini akan menyerang Ukraina. Intelijen Barat mengklaim sekira 100.000 pasukan sudah berada di perbatasan.

AS dan NATO juga telah mengirimkan pasukan, kapal perang, dan jet tempur ke wilayah Laut Hitam, karena permintaan Ukraina. Kendati bekas Uni Soviet, Ukraina sekarang merapat ke NATO.

Jelas, konflik antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan AS dan NATO tersebut memicu Perang Dunia ke-3 (World War III). Begitu yang dijelaskan seorang pejabat senior Ukraina kepada Sky News.

Baru-baru ini, Presiden AS Joe Biden menegaskan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin soal Ukraina. Dia mengumumkan akan mengerahkan pasukan ke Eropa Timur.

Biden mengatakan dia akan mengirim pasukan ke sana, meski “tak terlalu banyak”.

“Untuk meningkatkan kehadiran NATO di Eropa timur karena ketegangan tetap meningkat,” tegasnya dikutip CNBC Indonesia dari AFP, Minggu (30/1/2022).

AS sendiri sudah memiliki puluhan ribu tentara yang ditempatkan di sebagian besar Eropa Barat. Sebelumnya kapal perang dan jet tempur negara-negara NATO telah berlayar untuk latihan militer di dekat Ukraina.

Pernyataan Biden ini adalah yang terbaru pasca-desakan Pentagon untuk diplomasi di hari yang sama. Pentagon menilai masih ada waktu untuk diplomasi guna menghindari perang.

Ketua Kepala Staf Gabungan, Mark Milley menyebut perang adalah hal mengerikan. Jika terjadi akan jatuh korban dalam jumlah yang besar.

“Jika dilepaskan di Ukraina, itu akan signifikan dan mengakibatkan sejumlah besar korban,” ungkap Milley, dikutip dari laman yang sama.

“Dan bisa Anda bayangkan seperti apa itu di daerah perkotaan yang padat, sepanjang jalan dan sebagainya. Ini akan mengerikan, akan buruk,” Sambung dia

Milley menekankan perang itu bisa membuat penduduk sipil menderita. Rusia pun juga akan menderita dengan hal tersebut.

“Jika Rusia memilih menyerang Ukraina, itu tidak bebas biaya, dalam hal korban atau efek lain,” jelasnya.

Sejalan dengan ucapan Milley, Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan konflik Ukraina masih bisa dihindari. Meskipun Putin telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu tentara di perbatasan dua negara.

Dia mendorong Putin melakukan hal benar dan memilih mengurangi ketegangan dua negara. Menurutnya Putin bisa membubarkan pasukan yang sudah disiapkan itu.

“Tuan Putin juga bisa melakukan hal yang benar. Tidak ada alasan situasi ini berubah jadi konflik. Dia bisa memilih mengurangi ketegangan, memerintahkan pasukannya pergi,” kata Austin.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak para pemimpin Barat untuk menghindari ‘kepanikan’ atas penumpukan pasukan besar-besaran Rusia di perbatasan negaranya. Kemarin, dalam pembicaraannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Putin menyetujui perlunya de-eskalasi meski tetap menyalahkan Barat yang tak memahami Rusia.

Bagaimana Indonesia?

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati pun memberikan perhatian khusus terhadap kondisi geopolitik yang memanas antara Rusia dan Ukraina. Dikhawatirkan memicu perang dunia 3 karena menyeret Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

“Waspada baru geopolitik, karena yang terjadi seperti Rusia dan Eropa dan NATO dan Amerika Serikat (AS) di Ukraina,” ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/1/2022).

Persoalan Rusia dan Ukraina kompleks. Bukan hanya melibatkan klaim wilayah, dalam hal ini Krimea yang dicaplok Rusia tahun 2014, tapi juga hegemoni Rusia dan Barat.

Ketegangan ini memicu ketidakstabilan di pasar global. Sementara indeks saham utama Rusia jatuh dan bank sentral menghentikan pembelian mata uang asing setelah Rubel merosot.

Bila kondisi ini tidak terkendali, maka bisa mempengaruhi harga komoditas, khususnya energi. Indonesia sebagai pengimpor bahan bakar minyak (BBM) akan terkena imbas cukup berat dari sisi APBN maupun inflasi.

“Itu pengaruhi dampak ke komoditas energi baik gas dan minyak,” ujarnya.

Geopolitik lain yang menjadi perhatian adalah tensi tinggi antara China dan Amerika Serikat (AS). Baru saja pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengizinkan diplomatnya yang berada di China untuk meninggalkan negara itu.

“Jadi ini yang kita kelola di 2022,” tegas Sri Mulyani.

Sumber: CBNC Indonesia

internasional
Previous ArticlePH BPR Krista Jaya Yakin Laporan Terhadap Alber Riwu Kore Penuhi Unsur Pidana
Next Article Pantau Pembangunan Program Rumah Layak Huni Plus, Ini Hasil Temuan Bupati TTU

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.