Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Wabup Mabar Sebut Panas Bumi Sumber Energi Ramah Lingkungan
Ekbis

Wabup Mabar Sebut Panas Bumi Sumber Energi Ramah Lingkungan

By Redaksi3 Februari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wabup Yulianus Weng didampingi Sekda serta sejumlah staf ahli saat beraudiensi dengan massa aksi penolakan pembangunan proyek Geothermal Wae Sano di ruang rapat kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu (02/02/2022)(Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI Cabang Ruteng Santo Agustinus, PMKRI Kota Jajakan Labuan Bajo serta masyarakat Wae Sano menggelar aksi di depan kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu (02/02/2022).

Aksi digelar untuk menolak pembangunan proyek panas bumi (geothermal) di Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang.

Dalam aksi tersebut, massa aksi mendesak Menteri ESDM melalui Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk menghentikan seluruh proses ekstraksi panas bumi Wae Sano, juga WKP lain di Flores dan mencabut seluruh izin panas bumi yang telah dikeluarkan.

BACA JUGA: Aksi Tolak Geothermal Ricuh, Massa Aksi Rusaki Gerbang Kantor Bupati Manggarai Barat

Massa aksi juga mendesak Bank Dunia agar membatalkan segera kerja sama dan pemberian dana hibah kepada PT SMI (juga PT GeoDipa Energi), termasuk menghentikan seluruh proses di lapangan dalam memuluskan rencana penambangan panas bumi di Wae Sano.

BACA JUGA: Tolak Proyek Geothermal, Massa Aksi Bawa Peti Mati Bertuliskan ‘Rip Nurani Pemda Mabar’

Massa aksi mendesak Kantor Staf Presiden (KSP) agar berhenti terlibat dalam urusan panas bumi di Wae Sano.

Menanggapi tuntutan massa aksi, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng menyebut, panas bumi merupakan sumber energi yang paling ramah lingkungan.

“Ini omong tentang fakta di lapangan bahwa penggunaan energi panas bumi merupakan sumber energi yang paling ramah lingkungan di mana pengeboran panas bumi dilakukan pada kedalaman 1500 sampai dengan 2500 meter. Dan akan terbentuk kembali terbarukan secara alami,” ujarnya saat beraudiensi dengan massa aksi di ruangan rapat kantor Bupati Mabar.

BACA JUGA: PMKRI Desak Hentikan Proyek Geothermal Wae Sano

Wabup Yulianus mengatakan, sumber daya panas bumi merupakan cadangan air yang cukup tinggi untuk menjaga kestabilan mata air yang digunakan untuk pembangkit listrik.

Oleh karena itu kata dia, hutan sebagai resapannya merupakan hal yang pasti diperhatikan da dijaga kelestariannya termasuk menjaga kandungan air tanah.

Wabup Yulianus menambahkab, fakta di lapangan, tanah yang digunakan untuk well pada pengeboran eksplorasi akan disewa dari masyarakat.

“Pada saat pembersihan dan persiapan lahan akan ada langkah-langkah untuk mencegah erosi dan tanah longsor. Pada area yang curam akan dibuat dinding penahan tanah, bronjong atau ditanami dengan tanaman yang dapat menahan erosi,” jelasnya

Wabup Yulianus mengatakan, pembukaan lahan tidak boleh melebihi batas area proyek yang akan digunakan.

Apabila kegiatan telah selesai, maka akan dilakukan revegetasi atau penanaman kembali dengan tanaman vegetasi lokal.

“Revegetasi atau penanaman kembali dengan tanaman sekitarnya akan segera dilakukan selain tidak digunakan dan menggunakan top soil tanah pucuk yang disimpan dan digunakan kembali pada saat vegetasi,” tutup mantan Kadis Kesehatan Manggarai itu.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat PMKRI PMKRI Ruteng Wae Sano Yulianus Weng
Previous ArticlePengakuan Mantan Lurah Benteng Tengah Bisa Jadi Penentu Kasus Haruna Vs Hambali
Next Article Pemda Mabar Alokasikan Dana Satu Miliar untuk Perbaikan Jalan di Kecamatan Kuwus

Related Posts

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.