Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»SDGs UKAW Kupang Gandeng GIZ Buat Pelatihan Keterampilan Digital bagi Guru di Kupang
VOX GURU

SDGs UKAW Kupang Gandeng GIZ Buat Pelatihan Keterampilan Digital bagi Guru di Kupang

By Redaksi3 Maret 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para peserta pelatihan 'Digital Skills' yang diselenggarakan SDGs UKAW Kupang dan GIZ
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Sustainable Development Goals (SDGs) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang menggelar pelatihan untuk 21 perwakilan guru dari sekolah keagamaan di Kota Kupang.

Pelatihan bertajuk ‘Digittal Skills Training for Teachers from Religious Schools’ ini berlangsung di Hotel Sotis Kupang, Kamis (03/03/2022).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama SDGs UKAW Kupang bersama Deutsche Geseklschaft Fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ)  sebuah lembaga asal Jerman yang berpusat di Jakarta.

Koordinator SDGs UKAW Kupang, Godlif Neonufa, di sela-sela kegiatan mengatakan, UKAW bersama organisasi kemasyarakatan menggelar pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan guru di dunia pendidikan.

“Setelah ini kami akan buat ekowisata.
Setelah itu akan ada food security semua agar bisa menjawab tujuan SDGs. Kami punya 46 desa binaan,” kata Godlif.

Dia menjelaskan, kegiatan ini dirancang oleh SDGs dari Jerman dan sama seperti kegiatan tahun sebelumnya.

Kegiatan ini berkosentrasi pada peningkatan dan pemahaman akan keterampilan digital para guru yang berasal dari sekolah-sekolah keagamaan.

“Kita banyak berbicara tentang bagaimana pergeseran-pergeseran pola belajar dari pola konvensional ke pola digital platform digital atau virtual,” jelas Godlif.

Dalam pelatihan tersebut, pihak Godlif menghadirkan lembaga yang memiliki keterampilan digital dan tentu saja bisa diandalkan.

“Mereka akan menguasai dan kemudian mereka bisa mengaktualisasikan pola pembelajaran digital,” imbuh Godlif.

Pertama, lanjut dia, para guru dilatih untuk memahami digital dan penggunaan digitalisasi di dalam proses pembelajaran.

Kedua, para guru akan terpapar dengan SDGs dan pemahaman mereka menjadi lebih baik.

“Kebetulan peserta pelatihan baru, mereka ini baru ikut untuk kegiatan ini. Kali lalu, yang ikut adalah dari yayasan, entah GMIT, Katolik, Islam atau sekolah keagamaan lain,” tandasnya.

Kali ini, demikian Godlif, peserta adalah guru. Berharap apa yang mereka peroleh bisa memperkuat kapasitas pribadi sebagai guru dan pencapaian bidang peningkatan mutu pendidikan.

Sementara, Marvel J. P. Ledo, Advisor for Inclusive Patner-ships on SDGs Implementation in Indonesia, menegaskan pihaknya merasa perlu untuk membuat pelatihan keterampilan digital.

Hal tersebut sebagai respons terhadap situasi dan kebutuhan keterampilan virtual, baik itu pembelajaran maupun kemampuan digital sendiri.

“Kita menyadari bahwa rupanya tidak semua sekolah punya kemampuan dan akses kepada semua ini. Kegiatan-kegiatan awalnya terkait dengan diskusi maka kita merasa ini akan menjadi salah satu kegiatan yang melengkapi jadi nanti akan seperti sinergi,” kata Marvel.

Menurutnya, tujuan dari pelatihan ini adalah para guru bukan saja membawa pulang pengetahuan tentang eksposisi yang sifatnya praktikal, tetapi mengajarkan murid-murid mereka secara baik tentang secara digital.

“Materi materi tersebut yang terakhir ini adalah keahlian yang kita harapkan menjadi nilai tambah bagi para guru peserta yanh kurang lebih perwakilan dari sekolah-sekolah di kota Kupang ini adalah keahlian digital skills,” sambung dia.

“Kami dari GIZ lakukan sedikit-sedikit tapi akan ada dampak di masa depan. Dampaknya itu terkelola di tingkat masyarakat. Meski sekecil apapun tapi jika terbaik maka akan kelihatan dii masyarakat. Kita benar-benar melihat masyarakat di NTT harus disiapkan menuju era digital,” tandasnya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang UKAW Kupang
Previous ArticleKisruh THL Memanas, Jangan Lupa Kawal Program Prioritas dan Janji Politik Hery-Heri
Next Article Dorong Peningkatan Kualitas SDM Petani Kopi, Julie Laiskodat Selenggarakan Bimtek

Related Posts

Profil Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang

24 Februari 2026

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026

Sempat Libur Akibat Polemik Gaji Guru, SMP Stanislaus Borong Kembali Gelar Kegiatan Belajar

13 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.