Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Gusti Dula Tolak untuk Dieksekusi
HUKUM DAN KEAMANAN

Gusti Dula Tolak untuk Dieksekusi

By Redaksi5 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mantan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula (kiri) saat hendak dieksekusi oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (05/03/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Mantan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula menolak untuk dieksekusi oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (05/03/2022).

Jaksa Eksekutor S. Hendrik Tiip mengungkapkan, Gusti Dula berkeberatan dan menolak untuk dieksekusi berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Gusti Dula, kata Hendrik, beralasan bahwa ia harus membaca salinan putusan Mahkamah Agung dan alasan lainnya.

Padahal, Jaksa Eksekutor telah menjelaskan bahwa eksekusi dilakukan sambil menunggu proses minutasi perkara dari Mahkamah Agung.

Kemudian, sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (Sema)
2 Tahun 2010 dan Sema 1 tahun 2011 dengan mendasari petikan putusan MA, Jaksa sudah dapat melaksanakan eksekusi putusan.

“Akan tetapi terdakwa Agustinus CH Dula tetap menolak untuk dieksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” tegas Hendrik dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Sabtu malam.

Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung bernomor 872 K/Pid.Sus/2022 tanggal 25 Januari 2022.

Dalam amar putusannya, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi terdakwa dan penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.

Menurut Hendrik, terdakwa dieksekusi untuk menjalani pidana sesuai putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kupang Nomor 25/Pid.Sus-TPK/2021/PT.Kpg tanggal 15 September 2021.

“Yang amarnya menerima permintaan banding dari penuntut umum dan terdakwa, memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang Nomor 33/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Kpg tanggal 30 Juni 2021,” katanya.

Dalam putusan tersebut menghukum terdakwa Agustinus Ch Dula dengan pidana penjara selama 9 tahun dan Denda sebesar Rp600.000.000 subsidier 3 bulan kurungan.

Penulis: Ardy Abba

Agustinus Ch Dula Gusti Dula Kabupaten Manggarai Kejati NTT Tanah Keranga
Previous ArticleStefanus Gandi Institut Terus Bergerak, 100 Sak Semen Kini Menyasar di Masjid Nanga Ramut
Next Article Pupuk Eco Farming Berkah bagi Petani Satarmese

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.