Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Manggarai Timur Butuh Bantuan
KOMUNITAS

Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Manggarai Timur Butuh Bantuan

By Redaksi13 April 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Fransiskus Chiano Mekang, bayi berusia 8 bulan asal Dalo, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur,
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Fransiskus Chiano Mekang, bayi berusia 8 bulan asal Dalo, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, terpaksa harus menelan pil pahit.

Sejak berumur dua bulan, ia menderita penyakit Hidrosefalus. Penyakit ini adalah penumpukan cairan berlebihan di dalam rongga otak. Akibatnya, kepala Chiano- begitu sapaan akrabnya- semakin besar.

Buah hati pasangan Hironimus Dado dan Nartiana Susanti itu hanya terbaring lemas tidak berdaya karena tidak ada biaya penunjang hidup untuk berobat.

Sejak berusia dua bulan kepalanya perlahan membesar. Sedangkan badannya tampak kurus.

“Saya kaget ketika Chiano menderita penyakit Hidrosefalus. Satu bulan setelah melahirkan kondisi bayi normal walaupun saat melahirkan bayi dalam keadaan prematur,” kata Nartiana Susanti, ibu Chiano kepada VoxNtt.com, Senin (11/04/2022).

Nartiana mengaku, bulan lalu Chiano sempat dibawa ke RSUD Ruteng dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai. Sayangnya, tidak berhasil diobati karena terdapat cairan pada saraf kepala.

“Saat itu pihak kesehatan memberi solusi untuk rujuk ke Bali dan juga ke Kupang dan juga harus memilih dua pilihan salah satunya pasang selang seumur hidup,” ungkapnya.

Orangtua Chiano pun mengharapkan bantuan untuk penyembuhan buah hati mereka. Sebab, kondisi ekonomi keluarga sangat terbatas.

“Kami memohon kepada semua orang baik yang ingin berbagi kasih kepada anak Chiano. Karena sampai saat ini Chiano hanya rawat di rumah saja,” harap Nartiana sambil mengusap air mata.

Sebagai informasi, bagi yang ingin berbagi kasih kepada Chiano bisa langsung menghubungi nomor telepon Nartiana Susanti (ibunya) +6281353228193.

Penulis: Yunt Tegu
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleTerungkap! 4 Calon PTT di TTU Diduga Gunakan Ijazah Palsu saat Melamar
Next Article Lilin Paskah Stefanus Gandi, Pelayanan Gereja Pantang Pupus Meski Pandemi

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026
Terkini

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.