Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Sumur Bor Senilai 1,3 Miliar di Desa Huilelot- Semau Diduga Mubazir, Airnya Asin
Regional NTT

Proyek Sumur Bor Senilai 1,3 Miliar di Desa Huilelot- Semau Diduga Mubazir, Airnya Asin

By Redaksi17 Agustus 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bak penampungan air sumur bor di Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Proyek air bersih dengan cara pengadaan sumur bor di Desas Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, diduga mubazir.

Dedy, salah satu warga setempat kepada VoxNtt.com mengaku, berdasarkan informasi yang diperolehnya proyek sumur bor itu bersumber dari DAK Kabupaten Kupang tahun 2021 senilai Rp1,3 miliar.

“Tahun 2021 dapat dana DAK untuk sumur bor, pengadaan air bersih. Lubangnya sudah dibor, tapi airnya sampai sekarang tidak jelas, sudah pasang kran setiap rumah dan ada baknya,” kata Dedy, Selasa (16/08/2022) petang.

Dedy juga mengeluh terkait kondisi wilayahnya yang belum memiliki sumber air bersih.

Salah satu kran air di depan rumah warga yang sudah dipasang, namun tidak difungsikan

Warga di wilayahnya masih membeli air dari tangki mobil. Mereka terpaksa merogoh kocek setiap minggu Rp200 ribu per satu tangki air.

“Kalau mau mandi kami pakai air embung sama-sama dengan ternak warga,” ujar dia dengan nada kesal.

Proyek tersebut, menurutnya,  bersumber dari DAK pada bulan Oktober tahun 2021.
Yang turun perdana ke lokasi adalah Dinas PUPR Kabupaten Kupang.

Proyeknya, kata Dedy, dikerjakan rekanan atau pihak ketiga, yakni CV Angin Laut yang berasal dari Kupang.

Selain minim sosialisasi, menurut dia, kajian AMDAL tidak dilakukan sejak awal proyek dilaksanakan.

“Papan informasi proyek ada, tapi kami lupa soal informasi waktu pekerjaan, karena kami lupa untuk mendokumentasikan. Pikirnya pekerjaan berjalan lancar. Sampai sekarang air sudah dibor, tapi tidak jalan ke rumah warga. Air juga terasa asin. Pernah sekali air jalan, pakai mandi tapi sabunnya malah tidak berbusa,” ujar Dedy.

Warga RT 05, Dusa Tiga, Desa Huilelot,  Deni Ndun, juga menyampaikan kekesalannya atas proyek yang hingga kini belum ada kejelasan tersebut.

“Yang kami tahu selama ini proyek tidak ada informasi karena tidak ada sosialisasi kaget ada turun alat dan lakukan bor,” kata Deni.

Ia pun mengaku kesal dan kecewa karena dana 1,3 miliar untuk proyek tersebut tidak bisa dirasakan masyarakat setempat.

Deni juga mengaku sudah menyampaikan kondisi sumur bor itu ke Pemerintah Desa Huilelot, namun hingga kini belum direspons.

“Kalau bisa ini air difungsikan dikelola dengan baik. Biar air asin setidaknya kami masyarakat bisa nikmati. Kalau tidak bisa kami minum bisa diberikan kepada ternak kami,” kata Deni.

Warga yang lain, Mason Poto, asal RT 10 Dusun 5, menyebut sejak awal proyek dikerjakan, warga sangat antusias. Sebab, lokasinya persis di kediaman warga yang tergolong krisis air bersih.

“Kami sebagai warga Desa Huilelot sangat menyayangkan dana sebesar ini sia-sia. Letaknya memang sudah pas karena warga di sini kekurangan air bersih,” ujar Mason.

Ia pun mengaku kesal, karena selain air sumur asin, juga tidak bisa digunakan warga setempat.

“Selama kerja sampai sekarang belum ada informasi yang kami dapat baik dari desa maupun Dinas PUPR soal proyek ini,” imbuhnya.

VoxNtt.com sudah berupaya mengkonfirmasi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Joni Nomseo terkait proyek sumur bor yang diduga mubazir tersebut.

VoxNtt.com sudah mengirim permintaan untuk diwawancari sebanyak dua kali. Sayangnya, Kadis Joni tidak merespons, meski sudah membaca pesan yang telah dikirim.

Kepala Desa Huilelot  Hironimus Poto juga sudah ditelepon VoxNtt.com. Namun, ia mengaku sedang sibuk mengikuti acara 17 Agustus 2022 dan belum bisa menjawab.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Desa Huilelot Kabupaten Kupang Kecamatan Semau
Previous ArticleDua Rumah Warga di Sabu Raijua Hangus Terbakar
Next Article Rayakan HUT RI ke-77, Warga Paan Leleng Gelar Apel di Lokasi Pompa Hidram

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.