Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Soal Kasus Pembacokan di Wela, Kapolres Manggarai: Kami Tangani Profesional
HUKUM DAN KEAMANAN

Soal Kasus Pembacokan di Wela, Kapolres Manggarai: Kami Tangani Profesional

By Redaksi8 Februari 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban pembacokan Fidelis Jenarut saat ditangani tim medis Puskesmas Golo Welu (Foto: warga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Polres Manggarai berjanji akan menangani secara serius kasus pembacokan seorang warga di Kampung Wela, Desa Goloworok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT pada Selasa, 7 Februari 2023. Polres akan profesional dalam mengusut kasus tersebut.

“Kami tangani profesional,” kata Kapolres Manggarai AKBP Yoce Marten saat dihubungi wartawan, Rabu (08/02/2023).

Pernyataan serupa disampaikan Kasat Reskrim Polres Manggarai IPTU Hendrick Risqi Ario Bahtera. Dia menegaskan pihaknya akan serius menangani kasus tersebut.

“Pelaku sudah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan,” tutur Ario.

Dia menyebut terduga pelaku sudah ditangkap pada Selasa malam. Penangkapan yang cepat dilakukan supaya pihak keluarga korban tidak melakukan aksi balasan.

“Kemarin setelah dapat laporan, kami langsung turun lapangan. Supaya tidak ada aksi balasan,” ujar Ario.

Menurutnya, korban bersama keluarganya telah membuat laporan ke Polres pada Rabu pagi. Korban juga sudah diambil keterangan terkait apa yang terjadi.

“Sudah divisum juga (korban, Red),” ungkap Ario.

Sebelumnya, pada Selasa sore, Fidelis Jenarut (30) menjadi korban aksi brutal berupa pembacokan dengan parang oleh Kornelis Jeragan (60). Istri korban Erbita Unge menjelaskan, aksi pembacokan itu terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.

“Tadi dia datang langsung ketuk pintu panggil saya punya suami, bilang halo Delis. Karena beliau panggil terus lalu saya buka sedikit pintu rumah untuk lihat. Pas saya lihat dia lagi potong pohon bunga yang depan kami punya rumah,” jelas Erbita.

Setelah melihat Erbita, lantas terduga pelaku Kornelis Jeragan langsung mengangkat parang dan hendak menebasnya. Erbita pun langsung bergegas menutup pintu rumah. Selanjutnya membangunkan suaminya yang sedang tidur.

Mendengar itu, Delis langsung keluar rumah lalu bertanya ke terduga pelaku alasan ia memotong bunga di depan rumah korban. Tidak lama berselang lantaran tidak terima dengan teguran korban, pelaku langsung mengangkat parang menebas korban.

“Untung baik tadi suami saya masih bisa sempat tahan, kalau tidak bisa tahan tadi pasti kena di leher itu parang,” kata Erbita.

Salah seorang anggota keluarga, Tarsisius Makur menilai Kornelis Jeragan melakukan aksinya secara sadar dan terencana. Buktinya, dia datang ke rumah Delis dengan membawa parang. Sebelum bacok, dia panggil-panggil nama Delis. Setelah bacok pun dia kabur sampai dicari polisi hingga malam hari.

“Kalau tidak terencana, kenapa dia bawa parang,” kata Tarsi.

Sebelumnya, lanjut Tarsi, terduga pelaku memang masuk di rumah kakak korban tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Atas perbuatannya, pelaku ditegur.

Dia mencurigai dendam atas teguran yang disampaikan membuat pelaku datang membacok korban.

“Dari rentetan itu, kami menganggap dia melakukan aksinya secara terencana. Dia mau bunuh Delis,” tegas Tarsi.

Dia meminta polisi serius usut kasus tersebut. Jika pelaku sampai bebas atau dihukum ringan, dikuatirkan akan ada aksi balasan dari keluarga.

“Kami percayakan penangannya ke polisi. Semoga prosesnya adil. Karena adik saya luka parah, jari tangan terputus. Kornelis Jeragan sudah melakukan percobaan pembunuhan,” ujar Tarsi.

Baca di sini sebelumnya: Pria di Wela Bacok Warga Sesama Kampungnya hingga Luka Serius di Tangan

Penulis: Ardy Abba

Kapolres Manggarai Manggarai Polres Manggarai
Previous ArticleMutarli Pemilu 2024, Jajaran Pengawas Pemilu Diminta Segera Buat Surat Imbauan ke KPU
Next Article Terduga Pelaku Pengancaman dengan Senjata di Reok Masih Berkeliaran, Warga Cemas

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.