Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Elar Kesal Virus Serang Pisang, Pemerintah Malah Tutup Mata
Regional NTT

Warga Elar Kesal Virus Serang Pisang, Pemerintah Malah Tutup Mata

By Redaksi1 Maret 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wilibrodus Jafar, warga Kembo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Derita akibat Covid-19 baru saja pulih. Kini, warga Kembo, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur kembali mengeluhkan virus baru yang menyerang pisang.

Virus banana bunchy top virus (BBTV) menurut warga, tak hanya menyerang pisang, tetapi juga merambat ke tanaman lainnya.

Wilibrodus Jafar salah satu warga Kembo mengaku kesal dengan pemerintah karena seolah-olah menutup mata di balik penyebaran virus tersebut.

“Terkait virus ini pemerintah desa seolah-olah menutup mata. Padahal mereka tahu bahwa itu virus ada, itu yang membuat kami kecewa juga,” ujar Wilibrodus kepada wartawan di Kampung Kembo, Selasa (28/02/2023).

“Kemarin kita kena virus Covid-19 sekarang ini kena virus tanaman lagi ini berbahaya, seharusnya pemerintah cepat mengatasi persoalan ini,” imbuh dia.

Menurut Wilibrodus, pisang merupakan salah satu sektor andalan untuk menopang ekonomi masyarakat Kampung Kembo.

“Sekarang kami hilang penghasilan dari pisang karena pisang sekarang  diserang virus,” ujarnya.

Ia mengaku bingung, sebab sampai sekarang pemerintah tidak merespons terkait virus ini. Dinas Pertanian Manggarai Timur seakan-akan terus membiarkan virus ini menyerang pisang warga.

“Musim sekarang ini kami sangat susah sekali untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mana harga beras naik, pisang, ubi dan jagung kena virus,” kata Wilibrodus.

Hingga kini, warga setempat masih menunggu penanganan dan upaya serius dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Manggarai Timur.

Seharusnya, lanjut dia, dinas terkait punya kepekaan dan tanggung jawab, sebab masyarakat adalah bagian terpenting dalam negara ini.

Kata dia, tanpa masyarakat negara ini tidak mungkin ada. Pemerintah seharusnya menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Penulis: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticlePolitik Butuh Perjuangan, Stefanus Gandi Berkomitmen Tembus Pelosok
Next Article Launching Gerakan Kolekte Sampah, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi

Related Posts

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.