Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa Ilkom Undana Sosialisasi soal Pelecehan Seksual di SMAN 2 Kupang Barat
MAHASISWA

Mahasiswa Ilkom Undana Sosialisasi soal Pelecehan Seksual di SMAN 2 Kupang Barat

By Redaksi22 Mei 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa Ilkom Undana saat menggelar sosialisasi tentang pelecehan seksual di SMAN 2 Kupang Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana mengadakan sosialisasi tentang pelecehan seksual, Jumat (12/05/2023).

Kegiatan bertema “Dampak Pelecehan Seksual terhadap Psikis Korban Pelecehan Seksual”itu dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kupang Barat.

Kepala SMA Negeri 2 Kupang Barat, Swastisari Y. Oematan mengatakan kegiatan sosialisasi dampak pelecehan seksual terhadap psikis korban pelecehan seksual untuk pertama kalinya diadakan di SMA Negeri 2 Kupang Barat oleh mahasiswa Universitas Nusa Cendana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiwa Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana semester 4 karena sudah mau memilih SMAN 2 Kupang Barat untuk berbagi pengetahuan adik-adik mahasiswa tentang pelecehan seksual,” kata Swastisari dalam keterangan tertulis yang diterima VoxNtt.com.

Menurutnya, baru pertama kali mahasiswa Universitas Nusa Cendana berkunjung ke SMA Negeri 2 Kupang Barat.

“Walaupun akses jalan menuju sekolah ini cukup berat, tetapi adik-adik mempunyai antusias yang tinggi untuk datang ke SMA Negeri 2 Kupang Barat,” ujar Swastisari.

Dijelaskan Swastisari, adanya kegiatan sosialisasi dampak pelecehan seksual terhadap psikis korban pelecehan seksual merupakan bentuk perhatian mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran tentang rusiko pelecehan seksual di lingkungan sekitar mereka.

“Mahasiswa menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang pelecehan seksual untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko pelecehan seksual di lingkungan sekitar. Agar siswa/siswi dapat menyadari tindakan-tindakan yang mungkin dapat terjadi di lingkungan sekitar,” jelas Swastisari.

Swastisari mengharapkan kegiatan sosialisasi dampak pelecehan seksual terhadap psikis korban pelecehan seksual dapat bermanfaat bagi siswa/siswi SMA Negeri 2 Kupang Barat.

“Saya juga meminta salah satu guru untuk mendampingi dan mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut agar tidak hanya siswa/siswi saja yang mendapatkan ilmu tetapi guru juga. Sekolah ini juga belum terlalu dikenal oleh banyak orang, saya harap adik-adik dapat membantu untuk memperkenal SMA Negeri 2 Kupang Barat dan jika terdapat kegiatan-kegiatan di kampus jangan lupa melibatkan sekolah kami,” ujar Swastisari.

Sementara itu, Gisca Faah selaku ketua panitia kegiatan sosialisasi dampak pelecehan seksual terhadap psikis korban pelecehan seksual menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi project ujian akhir semester mata kuliah Psikologi Komunikasi dengan dua orang dosen pengampuh yakni  Felisianus Efrem Jelahut dan Henny L. L. Lada, S.Sos.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak SMA Negeri 2 Kupang Barat yang sudah menerima mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa cendana untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dampak pelecehan seksual terhadap psikis korban pelecehan seksual di SMA Negeri 2 Kupang Barat.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini kami bertujuan untuk menyampaikan informasi guna meningkatkan kesadaran tentang risiko pelecehan seksual serta meningkatkan kesadaran tentang bagaimana menghadapi korban dan pelaku pelecehan seksual,” kata Gisca Faah.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

SMAN 2 Kupang Barat Undana Kupang
Previous Article46 Peserta Seleksi Anggota Bawaslu NTT Ikut Ujian CAT
Next Article Ada Dugaan Manipulasi Tiket di Kawasan TNK

Related Posts

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

12 April 2026

Belajar dari Wae Nenda, Ketulusan Umat Jadi Cermin Calon Pendidik

7 April 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.