Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Waketum KORPRI Sebut Netralitas ASN Setiap Hari, Tidak Hanya saat Pemilu
NASIONAL

Waketum KORPRI Sebut Netralitas ASN Setiap Hari, Tidak Hanya saat Pemilu

By Redaksi6 Juni 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Waketum KORPI Bima Haria saat mengukuhkan Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Sulawesi Tenggara, Periode 2021 – 2026, Pengganti Antar Waktu, Senin (5/6/2023), di Aula Merah Putih, Rujab Gubernur Sultra, Kota Kendari
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT-Wakil Ketua Umum KORPRI Bima Haria Wibisana menyebut bahwa netralitas ASN itu bukan sekadar pada Pileg dan Pilkada. Seorang ASN/anggota KORPRI, kata Bima, harus netral setiap hari.

Saat mengukuhkan Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2021 – 2026, Pengganti Antar Waktu, Senin (5/6/2023), di Aula Merah Putih, Rujab Gubernur Sultra, Kota Kendari Bima Haria mengatakan Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote, memiliki 17.516 pulau, 300 etnis, dan 1.304 suku bangsa serta 718 bahasa.

“Untuk mengelola Negara yang sedemikian luas dan beragam ini, diperlukan ASN yang memiliki karakteristik yang paling utama yaitu adil, kalau tidak adil maka tidak dipercaya. Adil itu perwujudannya adalah netral,” jelasnya.

Menurutnya, esensi ASN dipilih dan diberi kewenangan untuk bisa melayani semua orang, dengan tingkat pelayanan dan kualitas yang sama baiknya, tidak memihak serta tidak memiliki preferensi.

Selain netral, ASN juga harus kompak, bila tidak kompak, jalan sendiri-sendiri, maka tidak ada korsa dan bisa menjadi alat serta menimbulkan kelompok-kelompok yang akan saling menyingkirkan.

“Anggota KORPRI mestinya lebih memegang teguh korsa dari pada untuk sekedar jabatan dan kepentingan diri sendiri. Untuk itu, kedepan program peningkatan korsa di kalangan KORPRI harus lebih digalakkan,” jelas Plt. Kepala BKN ini.

Waketum DPKN menegaskan, bahwa patriotisme tidak akan berlaku kalau perutnya lapar. Jadi salah satu program yang perlu diangkat adalah kesejahteraan. Aturan ASN tidak boleh berbisnis sudah dihilangkan, akses sebagai anggota KORPRI untuk mendapatkan fasilitas berusaha itu dibolehkan.

“Jadi di era digitalisasi ini, dimana pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat, ASN punya banyak waktu luang untuk membuka peluang usaha disamping melaksakan tugas rutin sebagai ASN. Definisi ASN sejahtera itu sederhana, apabila ASN atau pensiunan tidak menggunakan dan menyentuh gaji dan tunjangannya untuk kebutuhan sehari-hari, maka Ia sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Drs. Asrun Lio, M.Hum, Ph.D, dalam sambutannya berharap Pengukuhan Pengganti antar waktu DP KORPRI Provinsi Sulawesi Tenggara ini menjadi momen sangat penting yang akan berperan sentral dalam membawa aspirasi, kepentingan serta harapan para ASN di Provinsi Sultra ke tingkat yang lebih tinggi.

Terkait 2024 sebagai tahun politik, Gubernur mengajak ASN di Sultra untuk berpartipasi secara aktif dalam kampanye politik yang sehat dan bermartabat, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya dengan terus menjalankan tugas sebagai Abdi Negara, tetap menjaga netralitas dan profesionalitas sebagai ASN, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam menghormati proses demokrasi dan menghindari praktik politik yang tidak sehat serta menjaga integritas dengan mengedepankan kepentingan Bangsa dan Negara.

Acara Pengukuhan, Sekretaris Daerah, Drs. Asrun Lio, M.Hum, Ph.D sebagai Ketua DP KORPRI Provinsi Sultra masa bakti 2021 – 2026, juga dihadiri oleh Forkopimda dan kepala OPD serta Pengurus KORPRI Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penulis: Ronis Natom

Korpri Nasional
Previous ArticleDana Desa Tablolong Kabupaten Kupang Diduga Diselewengkan
Next Article Undana dan IPMI Jajaki Kerja Sama, Difasilitasi Julie Laiskodat

Related Posts

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.