Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kapolda NTT Sebut Selama 2 Bulan Terakhir 60 Pelaku TPPO Berhasil Diamankan
Regional NTT

Kapolda NTT Sebut Selama 2 Bulan Terakhir 60 Pelaku TPPO Berhasil Diamankan

By Redaksi23 Agustus 20231 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kaolda NTT, Irjen Polisi Johanis Asadoma
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-  Polda NTT telah mengamankan 60 pelaku tindak pidan perdagangan orang (TPPO) selama dua bulan terakhir.

“Polda NTT dalam dua bulan terakhir itu sudah menindak lebih dari 60 kasus TPPO khususnya para pelaku yang mengirimkan tenaga kerja non presdural ke Malaysia,’’ ujar Kaolda NTT, Irjen Polisi Johanis Asadoma kepada wartawan di Labuan Bajo, Senin (21/08/2023).

Ia menyebutkan, sejauh ini kerja sama dengan Pemerintah Malaysia udah cukup bagus. Di mana, Polda NTT sudah memulangkan beberapa korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Indonesia.

Dia pun berharap, pertemuan AMMTC yang menghasilkan Labuan Bajo Declaration bisa membawa manfaat bagi penanggulangan TPPO dan penyelendupan manusia dari NTT yang cukup tinggi.

“Kita berharap AMMTC ini menekan secara maksimal tingkat TPPO dan penyelundupan manusia. Khususnya yang peredaran di lingkungan negara-negara Asean,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak warga negara Indonesia terlibat dalam TPPO baik sebagai pelaku maupun korban. Di dalamnya, mereka melakukan pengiriman tenaga kerja non prosedural ke negara-negara Asean.

“Nah ini tentu kita sangat berharap kerja sama ini akan bermanfaat bagi penanggulangan TPPO dan penyelundupan manusia,” pungkasnya.

Penulis: Sello Jome

Kapolda NTT Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleKapolri Ajak Delegasi AMMTC Nikmati Sunset di Labuan Bajo
Next Article Keketuaan AMMTC Diserahterimakan ke Laos, Lanjutkan Penguatan Keamanan ASEAN! 

Related Posts

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.