Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Bantuan Babi Tak Kebagian meski Sudah Didata, Warga Kecewa dengan Kades Wae Mose Mabar
VOX DESA

Bantuan Babi Tak Kebagian meski Sudah Didata, Warga Kecewa dengan Kades Wae Mose Mabar

By Redaksi25 Agustus 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Kades (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Tarsianus Hagul, warga Dusun Lalong, Desa Wae Mose, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat mengaku kecewa dengan kebijakan kepala desanya.

Kekecewaan Tarsi bukan tanpa sebab. Sebelumnya, ia didatangi aparat desa Wae Mose untuk mendapatkan bantuan babi.

Saat didata dan didatangi petugas, Tarsi mengaku sudah menaruh harapan bakal kebagian bantuan babi untuk menopang kehidupan ekonominya.

Namun harapan itu tidak berbuntut mulus. Pasalnya, bantuan babi ternyata sudah dilakukan Pemerintah Desa Wae Mose. Sayangnya, keluarga Tarsi tak kebagian, meski sudah didata dan didatangi aparat pemerintah desa.

Menurut dia, warga yang lain sudah menerima bantuan berupa uang tunai, ada yang Rp900.000 dan ada juga yang Rp800.000. Ada pula yang ia dengar langsung membagikan anak babi.

“Cara pembagiannya, ada yang terima babi. Intinya belum jelas alur pembagiannya,” jelas Tarsi saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (25/08/2023) malam.

Sementara untuk bantuan uang, Tarsi sendiri hingga kini belum mengetahui secara pasti apakah dalam bentuk pemberdayaan atau tidak, sebab belum ada sosialisasi lebih lanjut oleh Pemerintah Desa Wae Mose.

Sementara itu, Kepala Desa Wae Mose, Siprianus Kantul, meminta warganya untuk tidak boleh kecewa. Sebab, bantuan tersebut manyasar kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan PKH dan Sembako, serta BLT.

Untuk bantuan babi sendiri, Kades Siprianus mengaku berasal dari Dana Desa Wae Mose tahun 2023. Bantuannya, kata dia, dalam bentuk babi.

“Bantuan babi, (orang) yang ada babinya kita beli kemudian serahkan kembali ke dia,” jelas Kades Siprianus saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Menurut dia, dalam pendistribusian bantuan babi tersebut, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Barat. Sebab, program bantuan babi berlangsung di tengah situasi babi sering mati di Desa Wae Mose.

“Sehingga kami koordinasi dengan dinas peternakan kemarin, itu disesuaikan lagi. Jadi, mereka kemarin sudah ke lapangan, ke Wae Mose kan, masih banyak (babi) yang mati,” tandasnya.

Ia mengaku hingga kini warga yang belum mendapatkan bantuan babi sudah tidak sampai puluhan orang pada 4 dusun yang ada Desa Wae Mose. Sementara sebagian yang lainnya sudah menerima bantuan.

“Saya juga serba hati-hati karena matinya babi tidak seluruh. Kami ada empat dusun dan tiga anak kampung. Dusun Sambir aman (babi tidak mati). Lalu Dusun Lalong sebagian aman dan sebagian yang masih rawan. Yang paling rawan itu di Dusun Laleng,” katanya.

Penulis: Ardy Abba

Desa Wae Mose Lembor Selatan Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleTingkatkan Upaya Kerja Sama Perangi Kejahatan Lintas Negara, Catatan Manis Keberhasilan Indonesia
Next Article BTNK Harap PT Flobamor Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan saat Kunjungan Meningkat

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.