Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Berantas Human Trafficking, Begini Langkah yang Dilakukan Pemprov NTT
Human Trafficking NTT

Berantas Human Trafficking, Begini Langkah yang Dilakukan Pemprov NTT

Menurut Yodhia, sejumlah langkah penanganan masalah Pekerja PMI asal NTT telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2021 tentang Pelaksanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
By Redaksi20 September 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake saat menyampaikan sambutan pada acara pengukuhan dan pembekalan Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia “Kawan PMI” di Aston Hotel Kupang & Convention Center, pada  Selasa (19/9/2023) (Foto: Biro Administrasi Pimpinan Setda. Provinsi NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake menyebut NTT adalah salah satu daerah pengirim PMI yang cukup besar.

Hal tersebut disebabkan beberapa faktor seperti; tingkat kemiskinan yang masih tinggi, tingkat pendidikan yang masih rendah, kesempatan kerja yang masih terbatas, serta iming-iming gaji yang tinggi dalam kurs mata uang asing.

Pemerintah Provinsi NTT selama ini memang tidak tinggal diam. Menurut Yodhia, sejumlah langkah penanganan masalah Pekerja PMI asal NTT telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2021 tentang Pelaksanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Adapun beberapa upaya penanganan telah dilaksanakan oleh Pemprov NTT melalui moratorium, penyiapan kompetensi tenaga kerja NTT yang akan ditempatkan ke luar negeri atau ke luar daerah dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA).

Ke depan, pemerintah akan akan terus mengevaluasi dan mendorong Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) agar bekerja lebih keras sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Selain upaya pencegahan, pembinaan, dan penanganan permasalahan PMI dalam tahapan pemberangkatan di wilayah NTT, Pemprov NTT juga akan berupaya membagun kerja sama dengan pemerintah daerah di 5 (lima) wilayah perbatasan negara yang sering dilintasi PMI asal NTT.

“Kami berharap BP2MI dapat memfasilitasi upaya kerja sama ini.” kata Ayodhia saat menghadiri pengukuhan dan pembekalan Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia “Kawan PMI” di Aston Hotel Kupang & Convention Center, pada  Selasa (19/9/2023), sebagaimana dilansir dalam siaran pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Ia berarap pula melalui koordinasi  dan kerja sama dari tingkat pusat, provinsi dan  kabupaten/kota se-NTT akan dapat mengatasi masalah dan memberikan perlindungan kepada calon PMI yang masih berproses, baik di Indonesia maupun PMI yang sudah bekerja di luar negeri.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Dapil NTT Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T yang turut hadir pada kegiatan tersebut menegaskan, perdagangan orang atau human trafficking menjadi persoalan kemanusiaan yang harus diberantas bersama.

Oleh karena itu, menurut dia, pengukuhan “Kawan PMI” merupakan langkah BP2MI yang baik.

Dikatakan, BP2MI telah melaksanakan sejumlah upaya pencegahan TPPO di antaranya; penguatan jalur diplomatik, memprioritaskan penempatan calon PMI yang memiliki keahlian, peningkatan efektivitas Satgas TPPO lintas sektor, pelatihan calon PMI oleh Kemnaker pada setiap Balai Latihan Kerja (BLK).

“Untuk diketahui sejak tahun 2019 telah tersedia 40 BLKK di NTT,” kata Ratu dalam sambutannya.

BP2MI juga, lanjut dia, terus mendorong perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Tenaga Kerja.

Ke depan akan terus mendorong kolaborasi Kemnaker bersama BP2MI dalam mewujudkan transformasi BLK menjadi Lembaga perluasan lapangan kerja berstandar internasional.

Penulis: Ardy Abba

Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake Ayodhia GL Kalake BP2MI Human Trafficking Penjabat Gubernur NTT
Previous ArticlePenjabat Gubernur NTT Harap Kawan PMI Bisa Beri Pencerahan kepada Masyarakat
Next Article Triwulan II Tahun 2023 Ekonomi NTT Tumbuh 4,04 Persen

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026

PADMA Desak Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Polda NTT dalam Jaringan TPPO

28 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.