Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Sejak Wacana Perluasan PLTP Ulumbu Warga Merasa Terancam dan Dipenuhi Ketakutan
Ekbis

Sejak Wacana Perluasan PLTP Ulumbu Warga Merasa Terancam dan Dipenuhi Ketakutan

Warga Poco Leok menyurati kemudian Kedubes Jerman dan KfW.  Warga menolak rencana pengembangan PLTP Ulumbu di ruang hidup mereka.
By Redaksi21 September 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah warga Poco Leok menentang perluasan jaringan PLTP Ulumbu (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Servasius Masyudi, salah satu warga Poco Leok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, mengaku sejak rencana perluasan PLTP Ulumbu warga setempat merasa terancam dan dipenuhi ketakutan.

Untuk memuluskan perluasan proyek panas bumi, kata dia, pemerintah melalui PLN memobilisasi aparat bersenjata lengkap (Polisi/TNI/Satpol PP) turun ke Poco Leok. Di sana,  mereka diduga melakukan upaya paksa dan kekerasan terhadap warga yang menolak memberikan ruang hidupnya secara sukarela.

Servasius mengungkapkan, pada 20 Juni 2023, saat PT PLN dan BPN/ATR Manggarai ingin mematok lahan/tanah, warga Poco Leok diduga mendapat tindakan brutalitas dan pelecehan dari aparat.

Dari kejadian tersebut 9 orang diduga  mengalami kekerasan dengan ditendang hingga mengalami sesak nafas.

Persoalan tersebut menurut dia, menyisakan trauma. Warga yang menyaksikan langsung dampak proyek panas bumi yang terjadi di sekitar PLTP Ulumbu, mulai dari lahan pertanian/perkebunan warga yang tidak lagi produktif, pencemaran air, korosi atau perkaratan yang terjadi di atap-atap rumah dan sekolah akibat terpapar gas H2S, sampai dengan warga yang mengalami penyakit Ispa menjadi kekhawatiran tersendiri.

Berangkat dari situasi tersebut, warga Poco Leok menyurati kemudian Kedubes Jerman dan KfW.  Warga menolak rencana pengembangan PLTP Ulumbu di ruang hidup mereka.

Melalui surat itu, warga Poco Leok mempertegas sikap penolakan atas rencana perluasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Dan dalam solidaritas dengan saudara-saudara kami di Mataloko, Golewa, Ngada, kami menolak dilanjutkannya proses eksplorasi yang tengah berlangsung, karena mengancam dan membahayakan keselamatan kami,” imbuh Servasius, sebagaimana dilansir dalam siaran pers yang diterima awak media, Kamis (21/09/2023).

Diketahui, pengembangan PLTP Ulumbu ke wilayah Poco Leok didasarkan pada SK Nomor HK/417/2022 tentang Penetapan Lokasi Perluasan PLTP Unit 5-6 di Poco Leok yang diteken langsung oleh Bupati Manggarai Heribertus G.L Nabit, menyusul SK Dirjen Mineral dan Batubara Nomor 3042/23/DJB/2009 tanggal 28 Oktober 2009, yang sebelumnya menetapkan PLTP Ulumbu beroperasi di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, Manggarai, serta Keputusan Kementerian ESDM Nomor 2268 K/30/MEM/2017 yang menetapkan Flores sebagai Pulau Panas Bumi pada Juni 2017 lalu. [VoN]

Kabupaten Manggarai Manggarai PLTP Ulumbu Poco Leok Ulumbu
Previous ArticleGempa Desak Pemkab Matim Segera Berikan Kepastian Hukum atas Hak Ulayat Gendang Colol
Next Article Ayodhia Anulir Kebijakan Laiskodat Masuk Sekolah Jam 05.30 Pagi

Related Posts

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.