Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Program Swasembada Pangan di Malaka Dinilai Gagal
Ekbis

Program Swasembada Pangan di Malaka Dinilai Gagal

Potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Malaka sangat besar dan memungkinkan masyarakatnya mandiri secara pangan. 
By Redaksi30 September 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Emanuel Wempy, anggota DPRD Malaka dari Partai Demokrat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Swasembada pangan merupakan salah satu program unggulan Bupati Simon Nahak dan Wakil Bupati Kim Taolin di Kabupaten Malaka.

Hal ini wajar, mengingat potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Malaka sangat besar dan memungkinkan masyarakatnya mandiri secara pangan.

Kabupaten Malaka sendiri adalah daerah dengan lahan pertanian terbesar di daratan Timor. Pertanian sawah menjadi sumber daya unggulan dari Kabupaten pemekaran Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Luas lahan sawah sekitar 2.500 hektare tersebar di enam dari 12 kecamatan yang ada.

Potensi inilah yang mendorong Simon Nahak dan Kim Taolin menjadikan Swasembada pangan sebagai program unggulan mereka.

Meski demikian, program Swasembada pangan milik Simon Nahak dan Kim Taolin hingga kini memantik banyak kritikan, salah satunya datang dari politisi senior Partai Demokrat Malaka, Emanuel Wempy.

Anggota DPRD tiga periode asal Nurobo ini mengatakan, Kabupaten Malaka tidak mengalami Swasembada pangan seperti yang digaungkan Bupati Simon Nahak dan Wabup Kim Taolin.

“Saya tidak setuju dengan Swasembada pangan di Malaka. Kita sementara impor beras dari Jawa dan Sulawesi setiap tahun. Lalu di mana Swasembada pangan itu?” tukas Wempy saat dihubungi awak media, Sabtu (30/09/2023).

Wempy pun menilai program Swasembada pangan Bupati Simon Nahak dan Wabup Kim Taolin gagal total.

“Gagal (Swasembada pangan), karena kami di Dapil lll gagal panen terus. Petani di sini tanpa pendampingan yang baik,” tandasnya.

Menurut politisi senior Belu dan Malaka ini, rakyat Malaka sedang susah, terutama di Dapil lll Malaka yang meliputi Kecamatan Laenmanen,  Malaka Timur, Io Kufeu dan Botin Leobele.

“Harapan agar pemerintah memperhatikan masyarakat di Dapil lll.  Ini tahun gagal panen, sekarang rakyat sudah mengeluh kelaparan tindakan pemerintah seperti apa?” ujar Wempy.

Diketahui, program Swasembada pangan ala Bupati Simon Nahak dan Wabup Kim Taolin menghasilkan brand Beras Nona Malaka dan Fore Lakateu (Kacang Hijau).

Walau demikian, namun kehadiran Beras Nona Malaka belum menjawab kelangkaan beras.

Sekadar informasi, Swasembada pangan adalah istilah yang barang kali sudah tidak asing lagi.

Swasembada pangan adalah kemampuan sebuah negara dalam mengadakan sendiri kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Swasembada adalah usaha mencukupi kebutuhan sendiri.

Sedangkan dalam arti luas, Swasembada pangan adalah capaian peningkatan ketersediaan pangan dengan wilayah nasional.

Dalam konteks daerah,  Swasembada pangan adalah capaian pemerintahan daerah dalam meningkatkan ketersediaan pangan secara mandiri di wilayah tersebut.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Demokrat Malaka DPRD Malaka Emanuel Wempy Kim Taolin Malaka Simon Nahak Swasembada Pangan Malaka
Previous ArticlePotensi Kelautan dan Perikanan NTT Belum Dikelola Maksimal
Next Article Sadarkan Mahasiswa Akan Potensi Laut, Rektor Undana Ucapkan Terima Kasih kepada Kemenko Marves

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.