Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dies Susianawati Berhasil Tanam dan Rawat Sepuluh Ribu Anakan Tomat di Tengah Badai El Nino
Regional NTT

Dies Susianawati Berhasil Tanam dan Rawat Sepuluh Ribu Anakan Tomat di Tengah Badai El Nino

By Redaksi30 Oktober 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pohon tomat yang dibudidayakan oleh Dies Susianawati
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Badai el nino mengakibatkan musim kemarau lebih panjang dari biasanya. Ini menyebabkan kekeringan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Bagi petani tentu fenomena El Nino membawa malang. Sebab terjadi gangguan musim tanam, banyaknya penyakit dan hama tanaman, penurunan kualitas tanaman dan ketidakstabilan harga produk pertanian.

Namun hal ini tidak berlaku bagi Samuel Fahik dan istrinya Dies Susianawati. Badai el nino ini tidak mematahkan semangat bertani hortikultura dari Dies Susianawati.

Dengan segala daya, Dies Susianawati dibantu suaminya mencari alternatif lain dengan membor sumur untuk mencari air. Hasilnya,  ada 3 titik sumur bor yang disedot memakai mesin pompa dan dapat mengaliri lahan hortikultura miliknya.

Dies Susianawati adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang gemar bertani,  terutama hortikultura. Di Besikama,  Malaka Barat,  Dies Susianawati berhasil membudidayakan 10.000 pohon tomat yang sudah berumur 6 minggu.  Walaupun panas terik menyengat,  namun anakan tomat itu tumbuh dengan subur.

Adapun sistem yang dipakai Dies Susianawati adalah irigasi tetes yang mana tidak membutuhkan air yang banyak. Apalagi di musim panas yang panjang seperti sekarang ini.

“Kita pakai irigasi tetes. Ya baik efisien dan tidak membutuhkan banyak air. Memang agak rumit, tapi kita ulet dan yakin pasti berhasil dengan panen melimpah,” ujar Dies Susianawati, Senin (30/10/2023).

Menurut Dies Susianawati, tidak ada alasan kekeringan untuk para petani. Petani harus punya tekad dan semangat yang kuat untuk bertani.

“Musim panas jangan dijadikan alasan untuk tidak bertani.  Tanah Malaka ini subur dan banyak air. Kita yang dituntut harus kreatif.  Jangan berharap semuanya dari pemerintah.  Kita sendiri harus mulai,” kata Dies Susianawati.

Ia tidak bekerja sendirian. Dia ada tim kerja yang tahan banting dan teruji. Dies Susianawati juga dibantu oleh sang suami, Samuel Fahik, yang punya banyak ide cemerlang.

“Terima kasih untuk suami tercinta dan tim kerja Sanxel yang sudah banyak membantu.  Mari kita hasilkan uang lewat bertani,” ungkap Dies Susianawati.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

 

 

Dies Susianawati Malaka Samuel Fahik Sanxel Grup
Previous ArticleDua Alasan Kuasa Hukum Marten Konay Ajukan Praperadilan Polresta Kupang
Next Article BPOM Tanam Mangrove, GP Farmasi NTT: Dapat Mengurangi Emisi Karbon

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.