Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Pementasan Teater Randang Mose dan Caci Warnai Dies Natalis Unika Ruteng ke-65
Seni dan Budaya

Pementasan Teater Randang Mose dan Caci Warnai Dies Natalis Unika Ruteng ke-65

By Redaksi18 Mei 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kampus Unika Santu Paulus Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar kegiatan Teater Randang Mose dan Caci di lapangan sepak bola kampus tersebut pada Sabtu (18/5/2024). Kegiatan ini dalam rangka dies natalis Unika Ruteng ke-65.

Koordinator pelaksana lomba bidang budaya RD. Inosensius Sutam kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengajarkan anak muda tentang kebudayaan Manggarai dan kebudayaan lokal.

Di Kampus Unika Ruteng, kata Pastor Ino, budaya daerah diajarkan dan sudah menjadi praktik yang diwajibkan kepada mahasiswa.

“Kita ada unit kegiatan mahasiswa (UKM) budaya bahasa Manggarai, dan sekarang ada lembaga pengembangan bahasa dan budaya,” katanya saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

“Karena itu hari ini kita pentaskan semua nilai-nilai budaya itu,” sambungnya.

Pentas ini juga dibuat sebagai ajaran untuk generasi muda. Yang hadir dalam pentas ini sudah diajarkan tentang filosofi pohon, air, dan caci.

Pastor Ino bilang, “kalau ada yang mengatakan orang muda sekarang itu kurang memperhatikan budaya itu salah.”

Yang benar menurut dia, orang muda tidak bimbing dan tidak diberi panggung.

“Kalau kita melihat budaya tradisional itu sangat melekat dengan teater. Hidup untuk mereka itu bisa dikatakan teo drama,” ujar Pastor Ino.

Ia menjelaskan, Teater Randang Lingko sudah dipentaskan sejak tahun 2018 sampai sekarang.

Teater Randang Mose juga pernah dipentaskan di Festival Golo Curu dan di Festival Hari Pariwisata Internasional di Colol.

“Teater itu memang sebuah kisah hidup, sedangkan Randang itu artinya festival, atau pesta,” tutupnya.

Diketahui, sebelumnya Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar perlombaan budaya Manggarai seperti torok, puisi, pidato, dan fotografi.

Menurut Pastor Ino, melalui perlombaan ini tentunya membentuk karakter dan melestarikan warisan budaya kepada generasi sekarang.

“Ada yang bilang orang muda tidak ingat budaya dan lain sebagainya. Itu karena tidak diberi panggung sebenarnya,” ucapnya di sela-sela kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Utama (GUT) lantai 5 Unika St Paulus Ruteng, Selasa (14/5/2024).

Pastor Ino juga mengatakan, bahwa problem selama ini adalah ketika acara budaya di kampung-kampung, panggungnya tidak diberikan kepada anak-anak muda. Karena disebut ada kriteria-kriteria khusus.

“Kemudian yang kita mau capai kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, supaya anak-anak muda ini punya pengetahuan tentang budaya Manggarai,” katanya.

Kata dia, selain mengasah pengetahuan, kegiatan semacam ini juga membentuk karakter.

“Kita lihat, dengan mereka duduk saja lalu hormati, itu kan membentuk tingkah laku sebetulnya dan gestikulasi sudah dilatih mulai menghormati orang lain juga,” pungkasnya.

Menurut dia, benih nilai hospitalitas para peserta juga terlihat dalam perlombaan tersebut.

“Selain itu juga tentu soal keterampilan, terutama cara menggunakan pakaian,” tutupnya.

Kontributor: Isno Baco

Inosensius Sutam Unika Ruteng UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleMahasiswa Mesti Terlibat Aktif Berantas Praktik Korupsi
Next Article Revitalisasi Etika Kristiani Lawan Korupsi

Related Posts

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

Kerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu

19 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.