Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kapolri Diminta Batalkan Kelulusan Casis Akpol 2024 Polda NTT
HUKUM DAN KEAMANAN

Kapolri Diminta Batalkan Kelulusan Casis Akpol 2024 Polda NTT

By Redaksi8 Juli 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wilvridus Watu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Advokat muda asal NTT sekaligus aktivis Aliansi Timur Indonesia dan Forum Pemuda NTT di Jakarta Wilvridus Watu sangat menyayangkan banyaknya calon siswa (Casis) Akpol 2024 Polda NTT justru banyak berasal dari luar NTT khususnya dari suku Batak.

Wilvridus mengatakan, hal tersebut bukan saja melecehkan tetapi kental dengan aroma ‘permainan’ yang selama ini sudah menjadi anggapan banyak masyarakat bahwa proses seleksi Akpol tidak dilakukan secara transparan tetapi sarat kepentingan.

Atas kejadian lolosnya mayoritas Casis Akpol 2024 Polda NTT dari luar NTT ini menurut dia, harus jadi evaluasi Kapolri untuk membatalkan hasil seleksi tersebut dan memeriksa Kapolda NTT.

“Kejadian ini sangat melecehkan warga NTT. Mereka sama sekali tidak mewakili orang NTT, atau apakah mereka punya KTP NTT? Atau orangtuanya tinggal di NTT? Ini sudah pasti titipan dari mana-mana lalu masuk jadi jatah Polda NTT dan yang jadi korban adalah putra-putra daerah. Ini tidak benar dan kami minta Kapolri batalkan serta evaluasi atau audit seleksi Akpol di NTT ini,” ungkap Wilvridus kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/7/2024).

Ia menegaskan, kejadian seperti ini bukan sekali dua kali tetapi hampir dari tahun ke tahun seleksi Akpol fenomena titipan dari luar daerah itu banyak terjadi di NTT.

Pihaknya tidak yakin bahwa putra daerah asal NTT tidak memiliki kemampuan dan kapasitas yang cukup untuk lulus menjadi Akpol.

Hanya bedanya karena putra daerah mungkin tidak memiliki kekuatan lain untuk bisa lolos.

“Kalau seleksi masih seperti ini, ya jangan salahkan masyarakat untuk menilai bahwa seleksi Akpol ini ya banyak permainannya. Harus ada bakingan yang kuat bahkan kekuatan finansial. Ini harus jadi perhatian Kapolri. Bila perlu proses seleksi dari awal lagi sehingga muncul putra daerah asal NTT yang bisa lulus jadi Taruna Polri,” tegas Wilvridus.

Pihaknya juga memastikan akan mengawal kasus ini kepada Mabes Polri dengan mendesak Kapolri agar membatalkan hasil seleksi ini. Bahkan pihaknya meminta agar Kapolri memeriksa Kapolda NTT terkait proses seleksi ini.

“Kan lucu asal Polda NTT ada nama seperti Situmeang, Silitonga, Manurung, Silalahi dan juga Ketut. Ini buat kami orang NTT jadi marah juga karena kami seperti tidak dianggap. Negara ini semua kenal banyak intelektual itu asal NTT jadi kami pastikan anak-anak daerah NTT sangat siap bersaing jika prosesnya transparan,” tukasnya.

Adapun 11 Casis Akpol itu adalah Yudhina Nasywa Olivia (Wanita), Arvid Theodore Situmeang, Reynold Arjuna Hutabarian, Mario Christian Bernalo Tafui, Bintang Lijaya, Ketut Arya Adityanatha, Brian Lee Sebastian Manurung, Timothy Abisai Silitonga, Muhammad Rizq Sanika Marzuki, Madison Juan Raphael Karna Silalahi, dan Lucky Nuralamsyah. [VoN]

Polda NTT Wilvridus Watu
Previous ArticleAmelia
Next Article Pagelaran El Tari Memorial Cup akan Digelar di Labuan Bajo

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.