Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»BPOLBF Luncurkan Buku Putih pada World Tourism Day
Ekbis

BPOLBF Luncurkan Buku Putih pada World Tourism Day

By Redaksi29 September 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Acara peluncuran Buku Putih pada puncak perayaan World Tourism Day (WTD) di Taman Parapuar pada Jumat (27/09/2024) malam (Foto: Dok. BPOLBF)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) meluncurkan Buku Putih pada puncak perayaan World Tourism Day (WTD) di Taman Parapuar pada Jumat (27/09/2024) malam.

Buku Putih atau Policy Statement tersebut disusun melalui proses kolaborasi bersama berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, tokoh-tokoh budaya, praktisi kepariwisataan, beberapa narasumber terkait, dan stakeholder lainnya.

Peluncuran Buku Putih ini menandai tonggak penting dalam pengembangan kawasan Labuan Bajo Flores sebagai destinasi pariwisata unggulan yang inklusif dan berkelanjutan.

Buku Putih kepariwisataan Labuan Bajo Flores ini merupakan dokumen yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan rekomendasi mengenai isu-isu dalam pengembangan pariwisata dan sekaligus merupakan wujud nyata dari rangkaian diskusi, kajian, dan konsultasi mendalam yang melibatkan para pemangku kepentingan di berbagai sektor.

Fokus utama dari dokumen strategis ini adalah untuk memberikan arahan dan panduan komprehensif dalam mengembangkan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kelestarian lingkungan, alam, dan budaya lokal.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh, dalam sambutannya menyampaikan, Buku Putih Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo ini akan menjadi panduan serta pentingnya supaya memperkuat kolaborasi di lintas pemangku kepentingan.

Frans berharap Buku Putih ini diharapkan menjadi rujukan pengambilan kebijakan untuk isu strategis yang urgent dan menjadi perhatian pada wilayah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo dan Flores secara keseluruhan.

Buku Putih dapat memberikan panduan dan menjadi navigator terhadap pemetaan masalah untuk pengembangan kepariwisataan Labuan Bajo Flores.

“Namun demikian hal ini harus disertai dengan memperkuat komitmen dan kolaborasi dari semua pihak sehingga lebih berorientasi dalam membangun pariwisata  yang bermartabat, berkarakter, berkualitas, inklusif, dan tangguh,” ucap Frans.

Ia menambahkan, terdapat sepuluh (10) isu strategis dalam Buku Putih ini. Di antaranya, Konservasi dan Keberlanjutan (Conservation & Sustainability), Tata Ruang & Lanskap (Spatial Plan & Landscape), Pesisir dan Kelautan (Coastal & Marine),Sosial dan Budaya (Society and Culture), Keselamatan dan Keamanan (Safety & Security), Sumber Daya Manusia & Kelembagaan (Human Resources & Institutions), Sampah atau Limbah (Waste ), Rantai Pasok (Supply Chain), Infrastruktur (Infrastructure), dan Tata Kelola (Destination Management & Destination Governance).

Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat, Chrispin Mesima, yang hadir secara langsung saat peluncuran Buku Putih menyampaikan bahwa, kehadiran Buku Putih Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo diharapkan dapat menjawab isu strategis dalam membangun pariwisata Labuan Bajo, sehingga tidak sekadar menjadi perencanaan atau pedoman saja.

Buku Putih ini, kata dia, sebenarnya merupakan momentum untuk menegaskan atau mengingatkan semua pihak bahwa DPSP harus dikembangkan secara berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif.

Buku ini berisi kebijakan alternatif yang menjadi panduan, di samping sebagai  dokumen perencanaan lainnya.

“Harapannya Policy Brief ini akan menjadi pedoman bagi kita dalam pengembangan dan menjawab isu-isu strategis di DPSP Labuan Bajo,” tutup Chrispin

Buku Putih atau Policy Statement ini diharapkan akan menjadi referensi bagi semua pihak baik pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan-kebijakan pembangunan pariwisata ke depan.

Selain itu, Policy Statement yang disertakan dalam Buku Putih ini akan berfungsi sebagai pedoman praktis bagi pengembangan lebih lanjut kawasan DPSP Labuan Bajo dan Flores secara menyeluruh. [*]

BPOLBF Frans Teguh Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleIpda Vinsen Bagus Wujudkan Mimpi Viki Jemadu untuk Melanjutkan Pendidikan
Next Article Membangun Budaya Respek dan Empati di Rumah dan Sekolah

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.