Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Aset Solid dan Capaian Positif di Tahun 2024
Ekbis

Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Aset Solid dan Capaian Positif di Tahun 2024

By Redaksi27 Februari 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Winardo Legowo saat memberikan keteranga pers di Kupang (Foto: Ronis Natom/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Bank Mandiri terus menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2024 dengan mencatatkan pertumbuhan aset yang solid.

Berkat optimalisasi ekosistem wholesale, ekspansi kredit yang merata, dan transformasi digital yang agresif namun tetap prudent, total aset konsolidasi Bank Mandiri tercatat mencapai Rp2.427 triliun, tumbuh 11,6% YoY.

Pencapaian ini memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, serta mencerminkan efektivitas strategi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Pada Kamis, 27 Februari 2025, Regional CEO Bali dan Nusa Tenggara, Bapak Winardi Legowo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit menjadi motor utama ekspansi bisnis Bank Mandiri.

Total penyaluran kredit mencapai Rp1.670,5 triliun, meningkat signifikan sebesar 19,5% YoY, jauh melampaui rata-rata industri. Segmen wholesale tetap menjadi pilar utama dengan kenaikan 25,5% YoY, mencapai Rp913,3 triliun.

“Kami berfokus pada pengembangan sektor wholesale untuk memperluas jangkauan ke berbagai sektor ekonomi yang membutuhkan akses permodalan. Ekosistem ini tidak hanya menciptakan peluang bagi perkembangan bisnis, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Winardi Legowo.

Bank Mandiri juga memberikan perhatian serius pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penyaluran kredit untuk UMKM mencapai Rp135 triliun, tumbuh 6% YoY. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pertumbuhan kredit UMKM bahkan tercatat mencapai 32,48%, menunjukkan strategi ekspansi yang merata di seluruh Indonesia. Langkah ini turut memperkuat daya tahan ekonomi, menciptakan dampak ekonomi yang inklusif.

“Inovasi digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri semakin memperkuat layanan finansial kami. Hingga akhir 2024, Livin’ by Mandiri telah memiliki 29,3 juta pengguna, dengan total transaksi mencapai 3,9 miliar, tumbuh 38% YoY. Di Nusa Tenggara Timur, terdapat 159 ribu pengguna dengan transaksi yang tumbuh 45,1% YoY,” tambah Winardi.

Bank Mandiri juga mengembangkan platform Kopra by Mandiri, yang menjadi tulang punggung layanan perbankan wholesale dengan nilai transaksi Rp22.700 triliun, tumbuh 17% YoY. Di Nusa Tenggara Timur, nilai transaksi Kopra bahkan tumbuh 117,1% YoY.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, Bank Mandiri tetap menjaga fundamental yang sehat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat turun 5 basis poin menjadi 0,97%, menunjukkan kesiapan bank dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,73% YoY, mencapai Rp1.699 triliun, dengan dominasi dana murah (CASA) yang kini menyumbang 80,3% dari total DPK.

Di sisi pendapatan, Bank Mandiri berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 55,8 triliun di tahun 2024. Pendapatan berbasis komisi (fee-based income) meningkat 4,12% YoY menjadi Rp42,32 triliun, didorong oleh peningkatan transaksi digital, layanan treasury, serta jasa pengelolaan dana dan investasi.

Bank Mandiri juga semakin agresif dalam mengalokasikan pembiayaan ke sektor ramah lingkungan, dengan portofolio hijau mencapai Rp 149 triliun, tumbuh 15,2% YoY. Fokus utama pada Energi Baru Terbarukan (EBT) yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 21% YoY, mencapai Rp11,8 triliun.

“Kami akan terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi yang lebih luas. Kami yakin strategi jangka panjang ini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional,” tutup Winardi.

Penulis: Ronis Natom

Bank Mandiri Kota Kupang
Previous ArticleKendala Akses Transportasi, Warga Dusun Wowo Berjuang Melawan Ketidakadilan
Next Article Kejaksaan Tinggi NTT Gelar Kegiatan Sosial Sambut Bulan Suci Ramadan 1446 H

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.