Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banjir Bandang di Nagekeo Telan 3 Korban Jiwa, 5 Warga Masih Hilang
Regional NTT

Banjir Bandang di Nagekeo Telan 3 Korban Jiwa, 5 Warga Masih Hilang

By Redaksi9 September 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Akses jalan dan jembatan dari/dan menuju ke Kecamatan Mauponggo putus total setelah diterjang banjir bandang pada Senin, 8 September 2025, hingga Selasa dini hari (Foto: Peksos Mauponggo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, pada Senin, 8 September 2025 malam setidaknya telah menelan tiga korban jiwa. Sementara itu, lima warga lainnya dilaporkan masih hilang terseret banjir.

Belasan kepala keluarga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Lowokoke kehilangan rumah akibat terjangan banjir. Salah satu warga, Heribertus Bi (52) mengatakan, hingga kini warga masih terus melakukan pencarian terhadap lima orang yang hilang dengan peralatan seadanya.

“Ketiga korban yang ditemukan merupakan penghuni satu rumah, terdiri dari ayah, anak, dan menantu,” ujarnya

Saat ini jenazah mereka berada di Puskesmas Mauponggo. Mereka sangat membutuhkan kantong jenazah untuk evakuasi sebelum dimakamkan.

Hujan deras mengguyur kawasan Mauponggo terjadi selama hampir sembilan jam, sejak pukul 19.00 Wita hingga Selasa dini hari.

Banjir yang membawa material batu berukuran besar itu memporak-porandakan permukiman dan menghanyutkan harta benda warga.

Camat Mauponggo, Leonardus Loda mengungkapkan banjir juga merusak dua jembatan, yakni Jembatan Teodhae 1 dan Teodhae 2 di Desa Sawu.

Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Mauponggo dengan Kecamatan Boawae terputus total.

“Seluruh jaringan komunikasi dan listrik di wilayah Mauponggo juga lumpuh,” jelasnya.

Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi bersama Kasat Lantas Polres Nagekeo, Iptu Fransiskus Bay Meo, telah bergerak menuju lokasi bencana melalui jalur alternatif dari Maumbawa, Kabupaten Ngada.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui dinas terkait belum tampak di lokasi kejadian.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Kabupaten Nagekeo Kecamatan Mauponggo Nagekeo
Previous Article22 Sekolah di Manggarai Timur Terima Dana Revitalisasi Pendidikan Senilai Rp43,2 Miliar dari APBN 2025
Next Article Polres Manggarai Umumkan Tersangka Kasus Penganiayaan Warga di Ruteng

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.