Mbay, VoxNTT.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penyelesaian pekerjaan Jembatan Teodhae 1 dan Teodhae 2 di Kabupaten Nagekeo pada pekan depan.
Pejabat Pembuat Komitmen Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR, Richard Manukoa mengatakan, saat ini pihaknya telah mengerahkan sedikitnya 100 pekerja untuk mempercepat progres pembangunan dua jembatan yang menjadi akses utama dari dan menuju Kecamatan Mauponggo di Desa Sawu, lokasi terparah terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada Senin, 8 September 2025 lalu.
Richard menjelaskan, dua jembatan tersebut merupakan jembatan panel rangka baja atau Bailey Bridge dengan panjang 30 meter dan lebar 5,5 meter. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada perakitan bronjong serta penyusunan batu sebagai penyangga jembatan.
“Rabu minggu depan kita targetkan sudah bisa dilalui kendaraan. Rangka baja jembatan sedang dalam perjalanan dari Mataram,” jelas Richard.
Dalam proses perakitan dan penyusunan bronjong, Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR turut melibatkan ratusan pekerja lokal di bawah koordinasi tokoh pemuda setempat, Adrianus Ngala.
Selain Jembatan Teodhae 1 dan 2, Balai Jalan Nasional juga tengah menggarap tujuh deker serta sejumlah jembatan lain di ruas jalan Mula Koli–Sawu, termasuk Jembatan Jero di Doki–Liabanga.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

