Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hari Kelima Pascabanjir Nagekeo: TNI Dirikan Pos Kesehatan, Relawan dan Warga Terdampak Alami Kelaparan
Regional NTT

Hari Kelima Pascabanjir Nagekeo: TNI Dirikan Pos Kesehatan, Relawan dan Warga Terdampak Alami Kelaparan

By Redaksi13 September 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wilfridus Ndona, Kades Sawu Kecamatan Mauponggo saat diwawancarai VoxNtt.com, Sabtu, 13 September 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Waka Nga Mere Nagekeo telah mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan di lokasi bencana banjir bandang Kabupaten Nagekeo sejak Jumat, 12 September 2025.

Pelayanan kesehatan ini dipimpin oleh Lettu Ckm dr. Bambang Sugiarto, MMRS, Dokter Militer sekaligus Komandan Kompi Medis Batalyon TP 834/WM Nagekeo, dengan dukungan 13 tenaga medis TNI.

Menurut dr. Bambang, pos kesehatan tersebut memberikan layanan pemeriksaan tensi, penanganan luka, hingga pemberian obat-obatan. Posko kesehatan TNI didirikan di sekitar area bencana dekat Jembatan Teodhae 1 dan dilengkapi fasilitas listrik portabel serta peralatan medis.

Bantuan logistik di Dapur Umum di Kantor Camat Nangaroro masih belum didistribusikan (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)

Memasuki hari kelima pasca-bencana, Tim Basarnas gabungan bersama TNI masih terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang hingga kini belum ditemukan.

Namun, pencarian terkendala karena dua unit ekskavator milik Pemda Nagekeo tidak dapat dioperasikan akibat ketiadaan operator.

Sementara itu, warga terdampak di Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo mulai mengalami kelangkaan bahan pokok, terutama air bersih, makanan, dan hunian. Kondisi ini juga menimpa para relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan.

Para relawan mengaku kesulitan mendapatkan akses makanan dan minuman dari dapur umum. Selain jaraknya sekitar tiga kilometer dari posko, mereka juga diwajibkan melengkapi administrasi sebelum memperoleh jatah konsumsi harian.

Dua unit ekskavator milik Pemkab Nagekeo terparkir dan tak bisa dioperasikan karena ketiadaan operator (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)

Kepala Desa Sawu, Wilfridus Ndona menilai kekacauan distribusi bantuan ini dipicu buruknya koordinasi antara Bupati, BPBD Nagekeo, dan pihak kecamatan.

Sebagai langkah darurat, pihak desa bersama warga berencana membangun dapur mandiri secara swadaya di sekitar pos bantuan kemanusiaan.

Untuk logistik, Kades Wilfridus menyebut akan memanfaatkan stok sembako dari PLN serta bantuan dari sejumlah partai politik yang saat ini masih tersimpan di Kantor Desa Sawu.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Banjir Nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleDi Tengah Polemik Kenaikan Tunjangan, Banyak Anggota DPRD NTT Absen Sidang
Next Article Kementerian PUPR Targetkan Pekerjaan Jembatan Teodhae 1 dan 2 Rampung Pekan Depan

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.