Mbay, VoxNTT.com – Memasuki hari ketujuh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, berbagai upaya kemanusiaan terus dilakukan.
Salah satu yang menonjol adalah keterlibatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menyalurkan bantuan logistik sekaligus menghadirkan layanan kesehatan untuk warga terdampak.
PDIP menjadi partai politik pertama yang mengirimkan bantuan medis lengkap ke lokasi bencana.
Dua orang dokter bersama peralatan medis, obat-obatan, serta satu unit ambulans “Mega Bakti” dikerahkan untuk memperkuat respons kebencanaan yang masih berlangsung hingga kini.
Selain itu, lima unit tandon air berkapasitas 1200 liter juga diserahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih para pengungsi.
“Fokus kami tidak hanya pada bantuan logistik, tetapi juga pada keselamatan jiwa dan kesehatan para korban maupun relawan. Hari ini kami sudah memberikan pelayanan kesehatan perdana kepada 30 relawan, mulai dari pemeriksaan tensi hingga pemberian obat-obatan,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP, Fian Feo, Senin, 15 September 2025.
Bantuan sembako yang terdiri dari beras, telur, air mineral, minyak goreng, dan pakaian didistribusikan ke tiga titik utama: Gereja Katolik Wolosambi, Posko Tim Basarnas, dan dapur umum di Kantor Camat Mauponggo.
Sementara itu, ambulans dan pos layanan kesehatan PDIP ditempatkan di Sekretariat Anak Cabang (PAC) Mauponggo, tepatnya di Malasawu, Desa Sawu, yang berada tak jauh dari pusat bencana.
Menurut Fian, keterlibatan PDIP dalam aksi kemanusiaan ini bukan yang pertama. Baguna PDIP telah teruji dalam berbagai penanganan bencana nasional, termasuk saat letusan Gunung Lewotobi.
Ia menegaskan komitmen partainya untuk selalu sigap merespons peristiwa kebencanaan, terlebih Pulau Flores termasuk kawasan rawan karena berada di jalur cincin api (ring of fire).
“Sebagai partai, PDIP menekankan bahwa prinsip utama penanganan bencana adalah semangat gotong royong,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Fian menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kepada seluruh masyarakat Mauponggo yang tengah berjuang untuk bangkit dari bencana.
Sementara itu, proses pencarian korban hilang masih menjadi fokus utama di lapangan. Hingga hari ketujuh, tiga korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan telah memperluas pencarian hingga radius 7,49 kilometer.
Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Sungai Lowo Koke hingga ke muara, dibantu oleh drone thermal SRU II serta tiga ekor anjing pemburu lokal. Namun, hingga Senin, 15 September 2025, pencarian masih belum membuahkan hasil.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

