Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Anjing Pelacak K-9 Beri Sinyal Keberadaan 3 Jenazah Korban Banjir Bandang Nagekeo
Regional NTT

Anjing Pelacak K-9 Beri Sinyal Keberadaan 3 Jenazah Korban Banjir Bandang Nagekeo

By Redaksi22 September 20251 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas TNI dan Polri memindahkan material batu dan pasir di sekitar lokasi gonggong anjing pelacak, Minggu, 21 September 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ Voxntt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Karel, salah satu dari empat ekor anjing pelacak yang diterjunkan Mabes Polri dan Polda NTT, memberikan petunjuk terkait keberadaan tiga korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo.

Pada Minggu, 21 September 2025, sore menjelang malam, sekitar pukul 18.30 Wita, Karel menggonggong di sekitar bongkahan batu besar di muara Kali Lowo Koke, berjarak kurang lebih 50 meter dari Jembatan Watu Dhoge, Kelurahan Mauponggo.

Seorang anggota polisi menyebutkan, akurasi sinyal yang diberikan Karel terhadap keberadaan korban mencapai sekitar 80 persen.

“Karel memang anjing pelacak yang sering ditugaskan dalam upaya pencarian tim SAR,” ujarnya.

Hingga pukul 22.00 Wita, belasan petugas TNI dan Polri masih terus melakukan penggalian menggunakan sekop dan linggis. Mereka berupaya mengangkat material batu dan pasir di lokasi tersebut, dengan bantuan penerangan dari genset yang disediakan warga secara sukarela.

Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, tampak berada di lokasi bersama anggotanya untuk memantau langsung proses pencarian.

Sementara itu, Polres Nagekeo tengah berupaya memobilisasi alat berat jenis ekskavator guna mempercepat proses penggalian material.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Banjir Nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticlePembalap Aljazair Catat Waktu Tercepat di Etape 10 dalam Ajang Tour de EnTeTe
Next Article Rektor Undana Dijadwalkan Diperiksa dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Rp48,6 Miliar

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.