Labuan Bajo, VoxNTT.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) secara resmi memulai penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk percepatan penanggulangan Tuberculosis (TBC).
RAD ini dilakukan dengan langkah yang terarah, terukur, dan berbasis data. Sebab RAD itu akan menjadi peta jalan untuk intervensi yang tepat sasaran dan efektif.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Manggarai Barat bebas TBC pada tahun 2030, sebagaimana ditetapkan dalam program prioritas nasional.
Wabup Yulianus menegaskan bahwa penuntasan kasus TBC merupakan salah satu dari 13 Program Prioritas Nasional.
Oleh karena itu, penyusunan RAD TBC merupakan bentuk komitmen konkret Pemerintah Daerah Manggarai Barat untuk mendukung target nasional yaitu eliminasi TBC pada tahun 2030.
“Kita tidak boleh setengah hati dalam upaya ini. Penyusunan RAD TBC harus kita lakukan dengan langkah yang terarah, terukur, dan berbasis data. Dokumen ini akan menjadi peta jalan kita, sehingga setiap langkah intervensi dapat tepat sasaran dan efektif,” tegas Wabup Yulianus dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu
Diingatkanya pula bahwa untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan sebagai leading sektor tidak dapat bekerja sendiri.
“Butuh kerja kolaborasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pemerintah desa, sektor swasta, lembaga masyarakat, dan tentunya dukungan penuh dari masyarakat. Eliminasi TBC adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Wabup Yulianus menekankan betapa pentingnya kolaborasi dan sinergi saat pemerintah daerah menghadapi tantangan akibat penurunan Dana Alokasi Umum (DAU).
“Kita menghadapi kenyataan bahwa dana transfer ke daerah saat ini mengalami penurunan, DAU kita turun. Namun, di tengah keterbatasan ini, kita harus tetap memaksimalkan semua potensi dan sumber daya yang ada,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen bersama dan menyusun strategi yang konkret guna mempercepat eliminasi TB di Manggarai Barat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, dalam paparannya menyampaikan lima indikator utama yang menjadi fokus dalam penuntasan kasus TBC.
Kelima indikator tersebut meliputi: Penemuan dan Notifikasi Kasus, Keberhasilan Pengobatan, Pencegahan Penularan, Penguatan Surveilans dan Pembiayaan yang Berkelanjutan.
Kadis Adrianus menggambarkan situasi terkini kasus TBC di Manggarai Barat. Data yang dihimpun Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa kasus TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, hingga sampai pada satu titik kesimpulan bahwa capaian SPM TB di Manggarai Barat, masih rendah.
Karena itu, Kadis Adrianus menawarkan sejumlah solusi sesuai dengan penyebab masalah, seperti edukasi tentang TBC secara masif, karena masyarakat kurang peduli dengan TBC.
Kadis Adrianus juga membuat rencana jangka pendek yang ditawarkan untuk dapat ditetapkan dalam RAD. Salah satunya adalah kegiatan ACF (Active Case Finding).
Penulis: Sello Jome

