Kupang, VoxNTT.com – Pemerintah Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk Tahun Anggaran 2026 pada Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di aula desa ini turut dihadiri oleh Camat Amarasi Timur, Nikolas Funan.
Kepala Desa Enoraen, Sariawan Heri Takaen, membuka secara resmi Musrenbangdes tersebut. Dalam forum ini, turut dibahas sejumlah agenda penting, antara lain Perubahan APBDes Tahun 2025, pemberitahuan insentif lembaga adat, serta usulan pembangunan desa untuk tahun 2026.
Menurut Kepala Desa Sariawan, terdapat 20 usulan prioritas hasil kesepakatan warga yang akan diusulkan ke tingkat kecamatan dalam forum Musrenbang Kecamatan (Musrenbangcam).
Beberapa usulan tersebut meliputi pembangunan jalan tani, produksi benang ikat, pembuatan deker, tandon air, rumah layak huni, penyediaan pupuk bagi petani, kawat duri, lampu jalan, fasilitas MCK, meteran listrik, embung, pembentukan lahan tani, pengadaan sapi, perbengkelan, rehabilitasi bak air bersih, tugu batas desa dan pos kamling, pembangunan lapangan, solar cell, pengadaan tenda dan kursi, serta normalisasi kali.
“20 (Dua puluh) hasil kesepakatan usulan prioritas tersebut akan dibawa ke tingkat kecamatan yakni dalam Musrenbangcam,” kata Kades Sariawan dalam keterangannya.
Ia berharap, dengan dukungan dari camat dan pihak kepolisian, warga dapat lebih tergugah untuk memanfaatkan musim hujan dengan menanam jagung, ubi, pisang, dan padi.
Kapolsek Amarasi Timur, Ipda Fransiskus Lanto, yang turut hadir dalam musyawarah tersebut, juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mendukung program nasional seperti Mitigasi Bencana Global (MBG) dan ketahanan pangan.
“Harapan saya adalah agar warga juga bisa melihat di berbagai media bahwa bagaimana polisi sekarang sudah bisa seperti petani. Turun langsung ke kebun warga untuk tanam jagung dan lain-lain. Sebagai bahan persiapan MBG mendukung program presiden,” kata Ipda Frans.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur oleh warga desa memberikan banyak manfaat. Ia juga menyinggung tentang ternak sapi yang kerap dilepas bebas oleh warga.
“Memang ada banyak juga ternak sapi warga yang dilepas. Tapi kan kita sebagai manusia bisa mengaturnya agar sapi tidak makan tanaman kita. Kita harus tunjukkan bahwa Enoraen bisa menjadi desa percontohan bagaimana menjaga stabilitas pangan. Masyarakat sangat antusias dengan Musdes kali ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Camat Amarasi Timur, Nikolas Funan, menegaskan kembali kepada pemerintah desa agar mengoptimalkan lahan-lahan pertanian yang ada.
“Jangan biarkan lahan itu hanya ditumbuhi oleh pohon atau rumput liar. Bersihkan dia dan olah agar bisa ditanami tanaman untuk bisa menjaga stabilitas pangan,” katanya.
Penulis: Ronis Natom

